Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan erupsi Gunung Anak Krakatau telah mengalami penurunan, meski dampak abu vulkanik masih mengganggu sejumlah penerbangan. Beberapa bandara di Jakarta, Tangerang, hingga Lampung terpaksa ditutup sementara akibat dampak sebaran abu vulkanik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan 72.008 hektare lahan gambut di enam provinsi.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto menyebut kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 458 hektare. Saat ini, tim di lapangan masih berupaya melakukan pemadaman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengubah rencana penerbangan pesawat yang akan digunakan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang Selatan, ke Bandar Udara (Bandara) yang tidak ditutup imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kabupaten yang terdampak berada di Provinsi Lampung dan Banten.
Modfkasi cuaca ini dharapkan menurunkan hujan untuk meluruhkan sebaran debu vulkanik.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia menjelang akhir pekan. Karhutla dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Jawa Timur hingga Sulawesi Tengah.
Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) memicu getaran yang dirasakan sejumlah warga di Kecamatan Labuan dan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (5/9/2026) pagi.