Kumpulan Berita
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama sekaligus Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik memaparkan langkah-langkah konkret bursa dalam melakukan pendalaman pasar (market deepening) guna menarik minat investor global. Fokus utama BEI saat ini adalah meningkatkan transparansi data kepemilikan saham agar setara dengan standar bursa-bursa maju di dunia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta para investor dan masyarakat luas untuk tetap tenang menghadapi pembukaan perdagangan bursa pada Senin (2/2/2026) mendatang. Meski pasar modal baru saja diguncang oleh pengunduran diri massal petinggi BEI dan OJK pasca-insiden trading halt, Purbaya menjamin operasional bursa tetap berjalan normal dan stabil.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pertemuan krusial antara otoritas pasar modal Indonesia dengan lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/2/2026) guna merespons laporan terkait regulasi dan transparansi pasar saham Indonesia yang tengah menjadi sorotan dunia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan pihaknya akan mulai berkantor di Bursa Efek Indonesia mulai besok, Jumat 30 Januari 2026. Hal ini dalam rangka mengawal reformasi pasar modal yang menjadi perhatian pemerintah.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan aturan batas minimal saham publik alias free float diubah dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen. Ketentuan ini akan berlaku mulai bulan depan.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) didukung penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons langkah strategis terkait pengumuman indeks global MSCI Inc.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memaparkan sejumlah strategi untuk meredam gejolak pasar yang terjadi pasca pengumuman pembekuan sementara rebalancing saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menargetkan permintaan lembaga indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) terkait data perusahaan tercatat di Indonesia akan rampung sebelum bulan Mei 2026 mendatang.