Kumpulan Berita
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memaparkan sejumlah strategi untuk meredam gejolak pasar yang terjadi pasca pengumuman pembekuan sementara rebalancing saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menargetkan permintaan lembaga indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) terkait data perusahaan tercatat di Indonesia akan rampung sebelum bulan Mei 2026 mendatang.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman buka suara terkait Indeks Harga Saham Gabungan yang merosot dalam hingga menyentuh level terendahnya 8.187 pada perdagangan Rabu (28/1/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kriteria tegas terkait sosok yang diharapkan memimpin Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode mendatang. Hal ini menyusul masa jabatan jajaran Direksi BEI saat ini yang akan segera berakhir di tahun ini.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman secara resmi memaparkan arah strategis pasar modal Indonesia untuk lima tahun ke depan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui bahwa jumlah perusahaan yang melantai di bursa melalui skema Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun 2025 tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Meski demikian, otoritas bursa mencatat adanya pertumbuhan signifikan dari sisi nilai pendanaan yang berhasil dihimpun oleh para emiten.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penghimpunan dana di pasar modal akan meningkat di tahun 2026 mendatang. Hal itu seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap positif, stabilitas makroekonomi, serta membaiknya likuiditas di sistem keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan sejumlah alasan turunnya jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di sepanjang 2025.