Kumpulan Berita
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat deretan saham dengan kenaikan harga tertinggi selama periode 20??"24 Oktober 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ke zona merah pada sesi terakhir perdagangan dengan turun 160,68 poin atau 1,95 persen ke 8.066 pada hari ini, Selasa (14/10/2025). Hal ini usai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp371,5 triliun atau setara dengan 1,56 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 30 September 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi pertama Selasa (30/9/2025). Aksi jual investor terhadap saham-saham big cap membawa IHSG turun 0,33 persen ke 8.096.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan transparansi dalam penggunaan dana hasil penawaran umum sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self Regulatory Organization (SRO) lain, yaitu Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), resmi membuka rangkaian Public Expose Live 2025.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham hingga 1 Agustus 2025. Mayoritas dari calon emiten tersebut berasal dari kategori aset skala besar.
BEI) mencatat 10 saham yang tertekan selama periode 16-20 Juni 2025.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan selama sepekan terakhir di Bursa Efek Indonesia.