Kumpulan Berita
Kinerja ini didorong oleh kuatnya penerbitan instrumen surat utang serta pemulihan pergerakan harga saham dan reksa dana domestik.
Pengembangan ekosistem pasar modal yang mendukung investasi berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat mayoritas perusahaan tercatat telah memenuhi kewajiban pelaporan keberlanjutan. Hingga 2025, sebanyak 87 persen emiten telah menyampaikan sustainability report. Namun, kualitas pelaporan masih menjadi tantangan karena baru 13 persen laporan yang telah memperoleh verifikasi dari pihak ketiga.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan adanya penurunan jumlah emiten yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC).
Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menjalin komunikasi dengan penyedia indeks global, S&P Dow Jones Indices (S&P DJI), untuk membahas potensi penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market ke frontier market.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji sejumlah kebijakan baru terkait mekanisme perdagangan di pasar modal. Antara lain wacana penghapusan 3 kriteria papan pemantauan khusus, mengubah ketentuan auto rejection atas (ARA)/auto rejection bawah (ARB), dan penerapan Non-Cancellation Period pada Papan Pemantauan Khusus.
Jumlah perusahaan tercatat ditargetkan mencapai 1.100 perusahaan.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang diselenggarakan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (29/6/2026).