Kumpulan Berita

Danantara Indonesia.


Hot Issue
11 November 2025

Bos Danantara Buka Suara soal Keterlibatan Merger Grab dan GOTO

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir buka suara soal keterlibatan perusahaan negara dalam proses merger PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Holdings Ltd.

Hot Issue
6 November 2025

Danantara Buka Tender Proyek Waste to Energy di 7 Daerah pada Pekan Depan

CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan proyek Waste to Energy (WTE) atau pengelolaan sampah menjadi energi siap memasuki tahap tender pada pekan depan.

Hot Issue
4 November 2025

Bos Danantara: Belum Ada Kesepakatan dengan China soal Skema Pembayaran Utang Whoosh

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan progres terkini terkait negosiasi restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dengan pihak China. Sejauh ini Rosan bilang negosiasi masih berjalan dan belum ada keputusan.

Hot Issue
26 October 2025

3 Fakta Jumlah BUMN Dipangkas Jadi 230 Perusahaan 

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, Danantara akan melakukan konsolidasi besar terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam lima tahun ke depan. Dari total sekitar 1.044 entitas BUMN yang ada saat ini, jumlahnya ditargetkan berkurang menjadi antara 230 hingga 340 perusahaan.

Market Update
23 October 2025

Sampoerna (HMSP) Beli Patriot Bond Danantara Rp500 Miliar

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengumumkan pemberlian Surat Utang Jangka Panjang (SUJP) yang diterbitkan oleh PT Danantara Investment Management (Persero) tanpa melalui penawaran umum.

Hot Issue
23 October 2025

Purbaya Tolak Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Danantara Putar Otak

Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembayaran utang proyek kereta cepat Whoosh tidak seharusnya dibebankan kepada APBN.

Hot Issue
20 October 2025

Komisaris Tak Dapat Bonus, Bos Danantara Sikat Habis Praktik Korupsi BUMN

Rosan Perkasa Roeslani menegaskan komitmen ketat untuk memberantas praktik korupsi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hot Issue
20 October 2025

Ternyata Ini Alasan Danantara soal Penempatan Dividen BUMN di SBN

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia akan menempatkan sekitar 30 hingga 40 persen modalnya pada aset-aset likuid, seperti Surat Berharga Negara (SBN).