Kumpulan Berita
Purbaya memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp196,5 triliun hingga semester I-2026.
Purbaya memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi makro merupakan cerminan akumulasi geliat aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.
Program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai membebani fiskal negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan soal realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 per 31 Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara dengan 0,70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan arsitektur awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Tahun Anggaran 2027.
Konsumsi pemerintah pada triwulan I-2026 tumbuh 21,81 persen sehingga mendorong pelebaran defisit fiskal
Kondisi APBN ini sekaligus membantah isu yang beredar di media sosial bahwa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun.