Kumpulan Berita
Sekitar 500 ribu pengemudi ojek online (ojol) akan mematikan aplikasi dan menggelar unjuk rasa besar-besaran secara serentak pada Selasa, 20 Mei 2025,
Narasi yang viral ini memantik diskusi panas tentang sistem penilaian digital, etika profesi, serta rasa aman konsumen di era serba online.
Peristiwa bermula saat pengemudi ojol bernama Muhammad Yusuf menerima pesanan pengantaran paket dari akun bernama ?? Rudi” pada Kamis pagi
Polisi menangkap pelaku pembunuhan terhadap pengemudi ojek online di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelaku merupakan begal yang hendak mengambil motor korban.
Pengemudi atau driver ojek online (ojol) selama ini bekerja tanpa kepastian status hukum.
Viral di media sosial pengalaman tidak menyenangkan seorang driver ojek online yang mendapat perlakuan tak layak dari penumpang.
Immanuel Ebenezer siap memfasilitasi keluhan para driver ojek online (ojol) yang melakukan aksi demo.
Mitra driver ojek online (ojol) menuntut agar statusnya dinaikan menjadi karyawan. Menanggapi hal tersebut, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy buka suara.