Kumpulan Berita
Penyebab utama defisit ini ditengarai berasal dari laju pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor nasional.
Banjirnya bahan baku plastik impor asal China yang diduga dumping mulai menekan industri petrokimia nasional. Pabrik mengurangi jam kerja.
Kondisi ini sekaligus menjadi defisit perdana setelah mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Pemerintah telah memiliki kontrak jangka panjang untuk pengadaan minyak guna pemenuhan kebutuhan dalam negeri dari negara-negara selain Timur Tengah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan bea masuk antidumping (BMAD) atas impor kertas karton dupleks dari Korea Selatan, Malaysia dan Taiwan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus USD89,1 juta pada April 2026. Indonesia mengalami surplus neraca dagang selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia USD25,30 miliar pada April 2026. Angka ekspor ini naik 21,98 persen.
Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang masa pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) atau tarif safeguard terhadap impor produk tirai, gorden.