Kumpulan Berita
Sektor kesehatan (healthcare) menjadi penyumbang terbesar dengan dua perusahaan yang tengah mengantre untuk IPO
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyatakan pencatatan saham perdana PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi bukti bahwa industri kreatif Indonesia mampu melahirkan perusahaan berskala besar yang layak melantai di pasar modal.
Direktur Utama PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), Nagita Slavina, mengungkapkan bahwa rencana membawa RANS melantai di Bursa Efek Indonesia sebenarnya telah disiapkan sejak 2021. Namun, perusahaan baru memutuskan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2026 setelah menilai kesiapan internal perusahaan dan prospek industri berada pada momentum yang tepat.
Pemerintah daerah (pemda) kini mulai melirik pasar modal sebagai alternatif pendanaan guna menggerakkan roda bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Sebanyak 6 perusahaan, merupakan entitas dengan aset skala besar yang nilainya melebihi Rp250 miliar.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk tetap memenuhi ketentuan free float yang berlaku, yakni 25 persen untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengungkapkan hingga awal Mei 2026 setidaknya ada 71 perusahan yang berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hingga saat ini belum ada perusahaan yang mengajukan pembatalan proses IPO yang sebelumnya telah masuk dalam pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI).