Kumpulan Berita
Langkah tersebut bertujuan menggalang pendanaan di luar APBN sekaligus menambah likuiditas pasar.
Dony juga mengatakan pengelolaan BUMN di bawah Danantara difokuskan untuk mencapai target tematik yang berbeda setiap tahunnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk merevisi target penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) tahun 2026 seiring dinamika pasar yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyatakan pencatatan saham perdana PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi bukti bahwa industri kreatif Indonesia mampu melahirkan perusahaan berskala besar yang layak melantai di pasar modal.
Direktur Utama PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS), Nagita Slavina, mengungkapkan bahwa rencana membawa RANS melantai di Bursa Efek Indonesia sebenarnya telah disiapkan sejak 2021. Namun, perusahaan baru memutuskan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2026 setelah menilai kesiapan internal perusahaan dan prospek industri berada pada momentum yang tepat.
Pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menghadiri prosesi pencatatan perdana saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026). Kehadiran Haji Isam bahkan ditandai dengan ikut menekan tombol peresmian (listing) sebagai simbol dukungan terhadap langkah RANS menjadi perusahaan terbuka.
Sebanyak 6 perusahaan, merupakan entitas dengan aset skala besar yang nilainya melebihi Rp250 miliar.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk tetap memenuhi ketentuan free float yang berlaku, yakni 25 persen untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun.