Kumpulan Berita
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat antrean penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di pasar modal domestik saat ini diisi olehntujuh calon emiten. Dari aksi korporasi tersebut, nilai emisi yang dibidik secara keseluruhan diproyeksikan dapat menyentuh angka maksimal hingga Rp4,02 triliun.
Hal ini menyusul perubahan skema penjaminan emisi dari full commitment menjadi best effort yang memerlukan pengungkapan tambahan dalam prospektus.
Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) kerap menjadi perhatian investor karena menawarkan kesempatan untuk memiliki saham perusahaan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sejumlah calon emiten memutuskan untuk menunda rencana penawaran umum perdana saham atau IPO. Penundaan tersebut dipicu oleh dinamika dan volatilitas pasar modal terkini yang dinilai belum kondusif dalam mendukung penetapan harga saham perdana yang optimal bagi korporasi.
Sejalan dengan itu, BPI Danantara tengah merencanakan IPO BUMN besar dalam beberapa tahun mendatang.
Langkah tersebut bertujuan menggalang pendanaan di luar APBN sekaligus menambah likuiditas pasar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk merevisi target penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) tahun 2026 seiring dinamika pasar yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.
Sektor kesehatan (healthcare) menjadi penyumbang terbesar dengan dua perusahaan yang tengah mengantre untuk IPO