Kumpulan Berita
Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam ketujuh berturut-turut sejak Presiden Donald Trump menyatakan perjanjian gencatan senjata sementara telah berakhir.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan pemerintah telah menyiapkan skenario evakuasi pekerja migran Indonesia (PMI), apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin memburuk. Saat ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara terkait.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim mendapatkan kemenangan besar di Iran. Ia pun menegaskan, telah membangun kembali militer AS dan mengubahnya menjadi yang terkuat di dunia.
Iran mengatakan bahwa sebuah pusat perawatan kanker anak dievakuasi akibat serangan AS.
AS dan Iran kembali saling serang memperebutkan kendali atas Selat Hormuz.
Teheran berjanji akan melakukan pembalasan dan tanggapan tegas terhadap serangan AS.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan akan membalaskan dendam atas kematian ayahnya dan pendahulunya, Ali Khamenei.
Iran meretas jaringan seluler di seluruh Timur Tengah untuk melacak lokasi personel militer dan kontraktor Amerika Serikat (AS) selama perang, demikian laporan surat kabar Financial Times (FT) London.