Kumpulan Berita
Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz sebagai respons atas ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Iran saling mengancam gegara Selat Hormuz.
Pada situasi perang, satu prinsip hukum internasional yang tak boleh dilanggar adalah perlindungan terhadap warga sipil dan petugas kemanusiaan.
Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan, yang telah membuat sebagian besar kapal enggan melintasi Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan "melenyapkan" pembangkit-pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya dalam waktu 48 jam. Ini merupakan eskalasi signifikan yang terjadi hanya sehari setelah ia sempat berbicara tentang "mengakhiri" perang.
Serangan itu balasan atas serangan terhadap kompleks pengayaan nuklir Natanz Iran sebelumnya.
Konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat kian memanas. Angkatan bersenjata Iran kembali meluncurkan serangan besar dalam gelombang terbaru operasi militernya, yang diberi sandi True Promise 4.
Sebuah drone dicegat dan dihancurkan saat mendekati Kawasan Diplomatik di Riyadh, kata juru bicara Kementerian Pertahanan.