Kumpulan Berita
Komando Pusat AS (CENTCOM) yang membawahi operasi militer AS di Timur Tengah, menyebut, bahwa satu personel tentara AS masih dinyatakan hilang setelah serangan Iran.
Kementerian Kesehatan Iran mengklaim sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat sejak 6 Juli. Data tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan, terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menggunakan kombinasi rudal serta drone.
Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) di Jembatan Bandar-e Khamir, Provinsi Hormozgan bertambah menjadi tujuh orang. Selain itu, ada sembilan orang terluka.
Kuwait melaporkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menghantam wilayah udaranya di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Militer Kuwait menyatakan, sistem pertahanan udara berhasil mencegat proyektil yang masuk sebelum mencapai sasaran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan akan membalaskan dendam atas kematian ayahnya dan pendahulunya, Ali Khamenei.
Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (European Union Aviation Safety Agency/EASA) mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan, agar tidak melintasi wilayah udara kawasan Teluk menyusul meningkatnya risiko keamanan akibat perkembangan situasi militer.
Media pemerintah Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap sejumlah lokasi militer di Provinsi Hormozgan.