Kumpulan Berita
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. Eskalasi terbaru ini terjadi di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat (AS), di kawasan Timur Tengah setelah serangan terbaru Washington ke wilayah Iran selatan.
Menurut seorang pejabat senior AS, dua kapal Iran terlihat memasang ranjau di Selat Hormuz, sementara pasukan juga merespons setelah sebuah lokasi rudal menargetkan pesawat tempur AS.
Masalah nuklir masih menjadi penghalang utama dengan kedua belah pihak menolak memberi konsesi.
Iran dan AS dilaporkan tengah menyusun nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.
Serangan drone memicu kebakaran di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Uni Emirat Arab (UEA). Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang potensi eskalasi regional baru di tengah gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan Amerika Serikat.
Upacara penyambutan tersebut meliputi pasukan kehormatan militer, band militer, dan sekitar 300 pemuda Tiongkok yang melambaikan bendera Tiongkok dan Amerika.
Iran menegaskan tanggapan itu disusun bukan untuk menyenangkan Trump.