Kumpulan Berita
Militer Amerika Serikat (AS) kembali melakukan gelombang serangan terhadap Iran pada Rabu 8 Juli 2026. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.
Militer Iran menyatakan akan memberikan "balasan yang menghancurkan" terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat di wilayah selatan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam-al-Anbiya, yang mengutuk keras aksi militer AS dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang terang-terangan.
Qatar mengumumkan pembicaraan tidak langsung antara delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran, di Doha menghasilkan kemajuan positif terkait sejumlah isu yang berkaitan dengan nota kesepahaman yang baru-baru ini disepakati.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi menyampaikan, Iran tak ingin merugikan perekonomian dunia. Ia menyatakan, Iran pun ingin mewujudkan perdamaian di Dunia. Untuk itu, ia berharap, perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa mewujudkan perdamaian yang permanen di kawasan.
Negosiator Iran dan AS bertemu di Jenewa untuk babak baru pembicaraan damai guna mengakhiri perang.
Pembicaraan ini sempat tertunda dari yang dijadwalkan sebelumnya pada Jumat, 19 Juni.
Kesepakatan Iran dan AS secara formal dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026.
Pasar minyak dunia menyahuti positif, harga energi global turun, dan sejumlah pernyataan pejabat Amerika Serikat maupun Iran menunjukkan bahwa jalur diplomasi menunjukkan titik terang.