Kumpulan Berita
Teheran memperingatkan terhadap tindakan militer AS apa pun, dan menegaskan kembali bahwa mereka bersedia merespons secara tegas terhadap serangan.
Otoritas Iran telah menjanjikan pembalasan jika militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi vital, di tengah terus berlangsungnya serangan militer di kawasan tersebut.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memperbarui basis data korban perang, pada Kamis 30 Juli 2026, dengan mencatat tambahan 11 personel militer yang terluka dalam konflik dengan Iran. Dengan pembaruan tersebut, jumlah tentara AS yang mengalami luka kini mencapai 653 orang.
CENTCOM mengatakan serangan ini menargetkan puluhan fasilitas Garda Revolusi Iran, termasuk pusat komando,
Dinas Keamanan Ukraina menyebut kedua kapal kargo tersebut adalah Port Olya 2 dan Begey. Serangan presisi dilakukan drone Ukraina ke anjungan minyak Filanovsky milik Lukoil Rusia di Laut Kaspia.
Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, dan Kuwait sebagai aksi balasan atas serangan terbaru Washington terhadap Teheran.
Suara ledakan hebat juga terdengar di Kota Ahvaz. Dalam serangan tersebut, empat orang tewas dan lima lainnya terluka.
Komando Pusat AS (CENTCOM) yang membawahi operasi militer AS di Timur Tengah, menyebut, bahwa satu personel tentara AS masih dinyatakan hilang setelah serangan Iran.