Kumpulan Berita
Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, dan Kuwait sebagai aksi balasan atas serangan terbaru Washington terhadap Teheran.
Iran menyebut usulan itu tidak membahas mengenai sengketa Selat Hormuz.
Suara ledakan hebat juga terdengar di Kota Ahvaz. Dalam serangan tersebut, empat orang tewas dan lima lainnya terluka.
Kementerian Kesehatan Iran mengklaim sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat sejak 6 Juli. Data tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Pemerintah Iran menyatakan menangguhkan komitmennya terhadap Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad dengan Amerika Serikat. Keputusan itu diambil setelah Teheran menuding Washington melanggar seluruh komitmen dalam kesepakatan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan, terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menggunakan kombinasi rudal serta drone.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan pemerintah telah menyiapkan skenario evakuasi pekerja migran Indonesia (PMI), apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin memburuk. Saat ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara terkait.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim mendapatkan kemenangan besar di Iran. Ia pun menegaskan, telah membangun kembali militer AS dan mengubahnya menjadi yang terkuat di dunia.