Kumpulan Berita
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono mengungkapkan, kondisi 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh militer Israel. Diketahui, 9 orang WNI tersebut tengah mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina lewat Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), dan mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dilaporkan telah ditangkap otoritas Israel.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi, sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, ditangkap oleh pasukan Israel.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan lima warga negara Indonesia (WNI) ditangkap militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur dari sembilan WNI yang ikut berlayar. Sementara empat lainnnya tetap melanjutkan pelayaran membawa bantuan menuju Gaza, Palestina.
Saat ini lima WNI dilaporkan ditangkap setelah dicegat oleh militer Israel.
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Mereka terbagi dalam lima kapal dari total 54 kapal yang berlayar.
Indonesia bersama sembilan negara lainnya, yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, mengutuk tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi), Meutya Hafid mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat, dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.