Kumpulan Berita
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menegaskan peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, bukan merupakan penganiayaan biasa. TAUD menilai tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan berencana.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menyita puluhan rekaman CCTV terkait kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dari rekaman tersebut, polisi menemukan ribuan gambar yang kini masih dianalisis lebih lanjut.
Polisi masih mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Dari hasil analisis digital, polisi menilai para pelaku terlihat tenang saat menjalankan aksinya.
Polisi melakukan uji laboratorium forensik (Labfor) terhadap sejumlah barang bukti, salah satunya wadah yang diduga digunakan untuk menampung air keras yang disiramkan pelaku kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Polisi mengungkapkan bahwa empat orang terduga pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan terkini terkait aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Menurutnya, dengan beredarnya video dan foto dari wajah terduga pelaku, mereka panik dan berusaha mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa AI.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhma mendesak, Polri untuk mengungkap pelaku lapangan dan intelektual yang memerintahkan.