Kumpulan Berita
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana melaporkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto, dalam kegiatan Retret Kabinet Merah Putih Jilid II yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026.
Namun demikian, Dadan masih bisa bersyukur, jumlah kasus keracunan masih terbilang sedikit dibanding total produksi MBG.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengapresiasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang secara tegas mengumumkan akan menutup permanen dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang terbukti melakukan kelalaian hingga menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menutup sebanyak 106 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 36,7 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan total 1,4 miliar porsi makanan yang telah dimasak dan dibagikan sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025.
Sebuah video viral di media sosial, di mana seorang ayah meminta anaknya untuk tidak makan dari Makan Bergizi Gratis (MBG). Hari itu merupakan hari pertama sang anak mendapatkan program MBG di sekolah.
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan heran mengapa terjadi keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Ciamis. Belasan pelajar dari tiga sekolah dasar di Kecamatan Kawali dilarikan ke Puskesmas Kawali setelah mengalami gejala mual, pusing, dan muntah usai menyantap menu MBG di sekolah, pada Jumat 3 Oktober 2025.