Kumpulan Berita
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menanggapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di zona merah pada perdagangan Senin (2/2/2026). Meski indeks melemah, Airlangga menyoroti adanya arus modal masuk bersih (net inflow) dari investor asing sebagai sinyal positif kembalinya kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan proses pengisian jabatan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kosong akan segera dimulai. Langkah awal yang akan diambil pemerintah adalah pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjaring kandidat terbaik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan strategis dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan di Kemenko Perekonomian, Kamis (29/1/2025), Pertemuan tersebut membahas penguatan teknologi pemerintahan atau GovTech.
Pemerintah berencana membentuk kembali perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor industri tekstil. Langkah strategis ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) penguatan industri padat karya yang telah dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan prasyarat utama untuk menjaga kedaulatan bangsa agar tidak bergantung pada impor
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan Indonesia tidak khawatir terhadap rencana Amerika Serikat (AS) yang akan mengenakan tambahan tarif sebesar 25 persen kepada negara-negara yang melakukan transaksi dengan Iran.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah masih memantau perkembangan dan dampaknya terhadap harga minyak dunia imbas ditangkapnya Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia menutup tahun 2025 dengan fondasi yang solid. Di tengah dinamika global yang menantang, Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04 persen (yoy) pada Kuartal III-2025 dengan tingkat inflasi yang terjaga di level 2,72 persen per November 2025.