Kumpulan Berita

Rokok ilegal


Hot Issue
3 October 2025

Rangkul Pelaku Industri Rokok Ilegal, Purbaya: Dosanya Diampuni

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan komitmennya untuk membenahi industri rokok ilegal di Indonesia.

Market Update
2 October 2025

Purbaya Pilih Kembangkan Kawasan Industri Tembakau Daripada Musnahkan Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya memilih mengembangkan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) sebagai solusi rokok ilegal daripada pemusnahan. Langkah ini bertujuan membina pengusaha kecil dan menciptakan persaingan yang adil di industri tembakau.

Hot Issue
1 October 2025

Rokok Ilegal Dilarang Dijual Mulai Hari Ini! 

Mulai hari ini, rokok ilegal dilarang dijual di warung dan e-commerce. Menkeu Purbaya siap terjun langsung mengecek warung dan e-commerce. Penjual rokok ilegal akan ditangkap dan dihukum. Pemerintah juga menggandeng e-commerce untuk memberantas peredaran rokok ilegal.

Hot Issue
28 September 2025

Purbaya Larang Rokok Ilegal 1 Oktober 2025 hingga Diprotes Hotman Paris, Ini 4 Faktanya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal melarang rokok ilegal mulai 1 Oktober 2025.

Hot Issue
23 September 2025

Menkeu Purbaya Larang Rokok Ilegal Mulai 1 Oktober 2025, dari Toples Warung hingga Tokopedia Cs

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan melarang penjualan rokok ilegal mulai 1 Oktober 2025.

Hot Issue
22 September 2025

Purbaya Akan Sidak Rokok Ilegal dari Warung hingga E-Commerce

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menerjunkan tim guna mengecek ke warung-warung kelontong untuk mengecek ketersediaan rokok ilegal.

Hot Issue
12 September 2025

Industri Rokok Tertekan, Menkeu Purbaya Diminta Tinjau Ulang Kebijakan Cukai

Komisi XI DPR RI meminta Menkeu meninjau ulang kebijakan cukai rokok 2026 terkait kesulitan industri rokok. Kenaikan cukai agresif berpotensi membebani produsen SKM. Pengawasan rokok ilegal diusulkan sebagai solusi alternatif.

Hot Issue
10 September 2025

Gudang Garam Buka Suara soal Pensiun Dini 309 Karyawannya

Gudang Garam membantah PHK massal, menjelaskan 309 karyawan pensiun dini secara normatif. Perusahaan menyoroti daya beli konsumen yang lesu akibat tingginya cukai rokok dan maraknya rokok ilegal. GGRM berinovasi dengan produk baru sebagai upaya penyesuaian.