Kumpulan Berita
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Januari 2026. Proyeksi ini didasarkan pada tekanan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level Rp17.000 per dolar AS.
Penundaan dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan dengan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengirim Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk hadir dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
Bank Indonesia (BI) dipredikis akan menahan suku bunga acuannya (BI-rate) di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan berlangsung pada 16??"17 Desember 2025. Meskipun ada peluang pemangkasan, momentum tersebut dinilai masih 50:50, dengan kecenderungan ditahan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan terdapat ruang untuk menurunkan suku bunga acuan BI Rate
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 18??"19 November 2025. Keputusan BI akan diumumkan hari ini, Rabu (19/11/2025).
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan penurunan suku bunga merupakan salah satu cara dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo
Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan menjadi 5,00% usai RDG BI Agustus 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan inflasi rendah dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, meski di luar ekspektasi pasar.