Kumpulan Berita
Sebanyak 22 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Iran tiba di kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Selasa (10/3/2026) petang.
Istri Kapten Miswar, Muliani Ahmad, tak kuasa membendung air mata saat menceritakan komunikasi terakhirnya.
Tug boat Mussafah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA) meledak di Selat Hormuz, di antara perairan PEA dan Oman. Insiden tersebut menyebabkan tiga awak kapal yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) hilang.
Atase Pertahanan (Athan) RI di Abuja telah menjemput keempat ABK tersebut dan saat ini berada di Lagos, Nigeria.
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono memastikan sebanyak 15 Warga Negara Indonesia (WNI) segera dievakuasi dari Teheran, Iran. Langkah ini diambil menyusul eskalasi keamanan yang semakin memanas setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Direktur Pelindungan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, melaporkan berdasarkan data yang dikumpulkan per 28 Februari 2026, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sejumlah negara kawasan Timur Tengah (Timteng) tercatat sebanyak 519.042 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah menegaskan, status Siaga 1 bagi WNI yang berada di Iran masih diberlakukan. Pemerintah telah menyiapkan rencana kontingensi serta berbagai opsi jalur evakuasi darurat.
Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, Widodo, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyusun rancangan undang-undang (RUU) tentang Kewarganegaraan.