Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai Masker Ampuh Kurangi Penyebaran Virus Corona? Ini Lho Kata Pakar

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 04 Juni 2020 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 620 2224638 pakai-masker-ampuh-kurangi-penyebaran-virus-corona-ini-lho-kata-pakar-q3JEBWXJx4.jpg Ilustrasi. (Freepik)

Satu studi, yang diterbitkan pada 6 April lalu dalam jurnal Annals of Internal Medicine, menemukan fakta masker kain tidak bisa bekerja maksimal untuk mencegah penularan virus Corona. Studi ini, dipimpin para peneliti Korea Selatan, dan melibatkan empat pasien Covid-19. Mereka diminta batuk hingga droplet-nya masuk ke cawan petri yang diberi jarak sekitar 20cm. Para pasien diminta batuk tanpa masker, batuk sambil mengenakan masker medis, dan batuk dengan pakai masker kain. Hasilnya, tidak ada masker yang signifikan bisa mengurangi lontaran droplet ke cawan petri.

Penelitian ini juga menemukan fakta, bahwa sebagian besar tes seka bagian luar masker yang dipakai para pasien Covid-19 menunjukkan hasil positif dan bagian dalamnya negatif. Para peneliti menduga tekanan udara yang terjadi dari dari batuk membawa virus ke bagian luar masker.

Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan 3 April dalam jurnal Nature Medicine, menggunakan metode yang lebih canggih untuk mengumpulkan partikel virus yang dikeluarkan orang sakit. Para peneliti meminta 426 responden untuk bernapas selama 30 menit ke dalam alat mirip kerucut yang menangkap semua partikel yang dihembuskan.

Dari jumlah tersebut, 43 pasien menderita influenza, 54 pasien memiliki rhinovirus dan 17 pasien memiliki virus corona musiman (virus yang menyebabkan pilek, bukan penyebab Covid-19).

Dengan metode ini memungkinkan para peneliti menghitung jumlah virus yang ditemukan dalam partikel tetesan (droplet), yang berdiameter lebih dari 0,0002 inci alias 5 mikron, dibandingkan dengan partikel aerosol, yaitu 5 mikron atau lebih kecil. Selama penelitian, para peserta diacak untuk memakai masker medis atau tidak memakai masker selama penelitian.

Temuan pertama dari penelitian ini, adalah para peneliti mendeteksi virus dalam partikel aerosol kecil dalam semua kasus, baik itu influenza, rhinovirus dan virus corona. Dalam kasus influenza, mereka membiakkan partikel yang ditangkap dan menemukan bahwa virus itu menular.

Hal ini diungkap Ben Cowling, Kepala Divisi Epidemiologi dan Biostatistik di Hong Kong University. Selama ini ada perdebatan di antara para pakar kesehatan tentang apakah virus influenza dapat menyebar melalui aerosol. Dengan studi ini menunjukkan bahwa influenza dapat menyebar melalui aerosol, dan bahkan juga pilek.

“Untuk virus corona musiman dan rhinovirus, kami tidak berusaha membiakkan virus di aerosol, tetapi tidak ada alasan untuk percaya bahwa virus itu tidak akan menular," kata Ben.

Masker medis mengurangi jumlah virus yang dilepaskan dari orang sakit dalam bentuk tetesan tetapi bukan aerosol, seperti pada influenza. Masker medis mampu mengurangi jumlah virus corona baik di droplets dan aerosol. Untuk virus corona musiman, para peneliti menemukan virus ada di dalam droplet pada 3 dari 10 responden yang tidak memakai masker dan aerosol dalam 4 dari 10 responden yang diambil tanpa masker. Dalam sampel responden yang pakai masker, tidak ada virus yang terdeteksi di tetesan atau aerosol.

Baca Juga: Sambut New Normal, Yuk Bikin Tas untuk Starter Kit

Ben Cowling menilai, hasil penelitian dari influenza dan virus corona musiman menunjukkan bahwa penggunaan masker medis dapat membantu menjaga orang dengan Covid-19 agar tidak menyebarkan virus. Menurutnya, virus SARS-CoV-2 mungkin berperilaku serupa dengan virus yang dia dan timnya pelajari. Ditambah lagi, Fakta menunjukkan bahwa orang tanpa gejalan bisa menyebarkan Covid-19. Hal inilah yang jadi alasan utama mengimbau semua orang wajib pakai masker.

Namun sisi lain, para ahli juga masih bingung tentang fungsi masker non-N95. Meski demikian, Profesor Rachael menganggap tidak ada salahnya tetap memakai masker, apalagi memakai masker juga tidak membahayakan, meski ia melihat dari penelitian tidak terlihat banyak manfaatnya. “Buat saya, pakai masker tidak membahayakan,” tambah Rachael.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini