Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RS Swasta Bantu Pemerintah Atasi Kelangkaan Kasur Pasien Covid-19, Efektif?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 14 September 2020 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 620 2277541 rs-swasta-bantu-pemerintah-atasi-kelangkaan-kasur-pasien-covid-19-efektif-kmJqYyVO3U.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Pemerintah Provisi DKI Jakarta mengeluarkan rem darurat Covid-19 karena kapasitas rumah sakit semakin menipis. Sedangkan, pertambahan kasus di kisaran 800-1200 orang per hari.

Beberapa hari lalu, akun Instagram @dkijakarta mengeluarkan data tentang ketersediaan kasur dan ICU di 67 rumah sakit rujukan Covid-19. Data tersebut menjelaskan, sudah 77 persen kasur dipakai dari total ketersediaan 4.456 uni, sedangkan ICU sudah 83 persen dari total 483.

Mengantisipasi kekurangan kasur dan ICU, Pemprov DKI bakal menambah rumah sakit khusus Covid-19 dari RSUD. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Nomor 399 Tahun 2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah yang Sepenuhnya Menyelenggarakan Pelayanan Penanggulangan Penyakit Corona Virus Disease-2019 (Covid-19).

Dokter

Sementara itu, Bali pun rupanya dalam kondisi kritis. Diintip dari data Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19, per (8/9), kasus positif Bali tercatat 6.549 dengan jumlah meninggal 128 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.196 pasien masih dalam perawatan, tapi hanya 668 pasien yang dirawat di rumah sakit. Fakta mirisnya, kasur yang tersedia di 55 rumah sakit rujukan Covid-19 di Bali itu 778 unit. Jadi hanya tersisa 110 unit lagi untuk pasien corona baru.

Baca Juga : Gaun Pernikahan Chef Marinka Berpotongan Dada Rendah, Serasa Peri Hutan!

Nah, menyikapi lonjakan kasus Covid-19 yang terus terjadi dan keterbatasan fasilitas rumah sakit pemerintah, CEO Primaya Hospital Group dr Ferdy D. Tiwow, menegaskan pihaknya siap membantu.

"Kami mendukung pemerintah dalam membantu masyarakat menghadai pandemi. Karena itu, seluruh cabang rumah sakit kami menerima pasien suspek maupun konfirmasi Covid-19," ungkap CEO Primaya Hospital Group dr Ferdy D. Tiwow, melalui pesan tertulis yang diterima Okezone, Senin (14/9/2020).

Dia menambahkan, seluruh cabang Primaya Hospital baik di Tangerang, Bekasi, Karawang, Makassar, dan Palangkaraya siap melayani pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran virus ke pasien non-Covid di wilayah gedung rumah sakit.

Sampai saat ini, Primaya Hospital sudah mengalokasikan sekitar 20 hingga 30 persen bed rawat inap di semua cabang ruamh sakit untuk ruang isolasi pasien Covid-19. Meski begitu, pencegahan penyebaran dilakukan dengan sangat ketat di area rumah sakit.

Rumah Sakit

Nah, jika terjadi lonjakan pasien Covid-19 yang signifikan, katanya, pihak Primaya Hospital akan memantau cabang rumah sakit Primaya Hospital mana yang dapat mengakomodir penambahan bed.

"Jika tidak memungkinkan lagi untuk menambah bed akibat penuhnya kapasitas rumah sakit, kami akan berupaya mencari rujukan rumah sakit lain untuk pasien Covid-19," terang dr Ferdy.

Dalam penanganan pasien Covid-19, Primaya Hospital melibatkan semua Dokter Spesialis Paru, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, serta Dokter Umum untuk membantu penyembuhan pasien. "Bahkan, untuk pasien di ruang intensif, Dokter Intensive Care akan selalu cepat tanggap 24 jam dalam melayani dan memantau kesembuhan pasien," pungkas dr Ferdy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini