Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Fakta APBN 2021 Disahkan, Ada yang Berharap dengan Vaksin Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 620 2287896 6-fakta-apbn-2021-disahkan-ada-yang-berharap-dengan-vaksin-covid-19-5zNMbyu3Gh.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat menyetujui rancangan undang-undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (RUU APBN) tahun 2021 menjadi UU APBN. Dengan begitu, pemerintah sudah bisa menjalankannya pada awal tahun depan.

Persetujuan diambil pada saat rapat paripurna DPR ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021. Pada rapat ini ada beberapa agenda yang akan dibahas, pertama pembicaraan tingkat II/pengambilan keputusan terhadap RUU tantang APBN tahun anggaran 2021.

UU APBN 2021 berisi asumsi ekonomi makro, sasaran dan indikator pembangunan, serta postur APBN 2021 yang sebelumnya sudah disepakati oleh pemerintah dan Banggar DPR dalam rapat kerja.

Baca Juga: Duh, Sri Mulyani Bilang Ekonomi 2021 Belum Pasti Pulih 

Terkait hal itu Okezone sudah merangkum beberapa fakta tentang pengesahan APBN 2021 tersebut, Jakarta, Minggu (4/10/2020).

1. Asumsi Dasar Makro Ekonomi dalam APBN 2021

- Pertumbuhan ekonomi 5%

- Inflasi 3%

- Nilai tukar Rp14.600 per USD

- Tingkat suku bunga SBN 10 tahun 7,29%

- Harga minyak mentah Indonesia USD45 per barel

- Lifting minyak bumi 705 ribu barel per hari (bph)

- Lifting gas bumi 1.007 ribu barel setara minyak per hari

2. Sasaran Indikator dan Target Pembangunan

 

- Tingkat pengangguran terbuka 7,7-9,1%

- Tingkat kemiskinan 9,2-9,7%

- Rasio gini 0,377-0,379

- Indeks Pembangunan Manusia 72,78-72,95

- Nilai Tukar Petani 102-104

- Nilai Tukar Nelayan 102-104

3. APBN 2021 Dirancang Masih dengan Skema Defisit di Atas 3%

 

- Pendapatan negara Rp1.743,64 triliun

- Perpajakan Rp1.444,54 triliun

- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp298,20 triliun

- Belanja negara Rp2.750,02 triliun

- Belanja pemerintah pusat Rp1.954,54 triliun

- Transfer ke Daerah dan Dana Desa Rp795,47 triliun

- Defisit APBN Rp1.006,37 triliun atau 5,7% dari PDB

- Pembiayaan utang Rp1.177,35 triliun

 


4. Tanggapan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku ada beberapa faktor yang bisa mewujudkan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0% di tahun 2021.

"Tahun 2021 juga akan membangun fondasi ekonomi Indonesia agar bisa maju secara kompetitif, produktif dan inovatif," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/9/2020).

5. Harapan soal Vaksin Covid-19

Ketersediaan vaksin Covid-19 dapat meredakan ketidakpastian ekonomi. Khususnya pada akhir tahun 2020 dan awal tahun depan.

"Ini tentu pengaruhi swing dari pemulihan ekonomi. Kalau bisa dapatkan vaksin dan vaksinasi cukup luas, kita mampu akselerasi pemulihan ekonomi juga," katanya.

Dia mengingatkan bahwa risiko ketidakpastian ini perlu dikelola dengan kehati-hatian. Hal ini diperlukan supaya dampak negatif pandemi tetap dapat dimitigasi atau diminimalkan supaya pemulihan baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi tetap berjalan secara bertahap namun pasti.

"Untuk indonesia kita fokus menangani covid karena penyebaran dan aspek covid sangat mempengaruhi ancaman keselamatan masy dari sisi kesehatan namun juga ekonomi dan sosial," tandasnya.

6. Kondisi 2021

 

Kondisi ekonomi di 2021 masih akan diliputi ketidakpastian dalam pemulihan. Hal ini tergantung akan cara penanggulangan virus Corona atau Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 belum berakhir dan diperkirakan masih akan terjadi sampai tahun depan.

"Dengan masih berjalannya penyebaran Covid-19 hingga tahun 2021 dan berbagai upaya penanggulangannya, maka kondisi tahun 2021 diprediksi akan tetap diliputi ketidakpastian," kata dia dalam sidang Paripurna, di DPR RI, Jakarta, Selasa (29/9/2020).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini