Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pariwisata DKI Jakarta Mulai Menggeliat di Masa PSBB Transisi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 620 2295127 pariwisata-dki-jakarta-mulai-menggeliat-di-masa-psbb-transisi-8MREIlFfvJ.jpg Objek wisata Ancol di Jakarta Utara (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Hal itu diputuskan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan pasca-mencabut PSBB total yang berakhir pada 10 Oktober 2020.

Kebijakan PSBB total imbas melonjaknya kasus Covid-19 sebelumnya berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata Tanah Air.

Kala itu, semua objek wisata wajib dtutup demi menekan penularan virus corona. Kondisi membawa dampak yang begitu besar bagi pelaku industri pariwisata.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Gumilar Ekalaya mengatakan, penutupan objek wisata ibarat buah simalakama. Pasalnya, langkah itu berimbas pada tingkat kunjungan wisatawan mancanegara yang mengalami penurunan drastis.

"Pilihannya antara kesehatan dan ekonomi. Kita mencari titik tengah supaya kesehatan tetap terjaga dan perekonomian tidak ambruk. Dari sektor pariwisata sudah terlihat hampir terjun bebas. Kalau tidak segera dibantu, akan berdampak pada pembangunan-pembangunan di tahun mendatang," ucap Gumilar, dalam sebuah webinar IIME 2020 belum lama ini.

Meski demikian, dirinya tetap yakin bahwa kondisi ini lambat laun akan kembali stabil menyusul kebijakan PSBB transisi. Buktinya, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kedatangan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta rata-rata sudah mencapai 11 penerbangan per hari.

Tingkat hunian kamar hotel berbintang di Jakarta pun menunjukkan tren positif setelah mengalami penurunan hampir 50 persen pada bulan April. Pada bulan Juli, tingkat hunian sudah mendekati rata-rata pada tahun 2019 (57,63 persen).

Pada April lalu di saat tingkat hunian rendah, lama tinggal wisatawan justru mengalami peningkatan. Hal itu bisa saja terjadi mengingat seluruh destinasi wisata dalam kondisi tutup.

Lebih lanjut Gumilar berharap masyarakat Jakarta dan pelaku industri pariwisata umunya, mampu bersinergi dengan menegakkan protokol kesehatan secara ketat.

"Karena tidak bisa hanya industri saja yang bekerja, kita harus bersama-sama agar grafiknya (penyebaran kasus Covid-19) melandai, dan industri pariwisata kita bisa bangkit lagi," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini