Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti: Vaksin Ad5 Covid-19 Meningkatkan Risiko Infeksi HIV

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 620 2298371 peneliti-vaksin-ad5-covid-19-meningkatkan-risiko-infeksi-hiv-BmUyUFGogh.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Sekelompok peneliti menyuarakan peringatan tentang metode yang digunakan untuk membuat beberapa vaksin Covid-19 eksperimental dapat meningkatkan risiko infeksi HIV pada populasi yang rentan virus penyebab AIDS tersebut.

Peneliti menemukan bahwa beberapa vaksin menggunakan apa yang dikenal sebagai vektor virus atau virus yang dimodifikasi yang mengirimkan materi genetik vaksin ke dalam sel tubuh.

Satu vektor, virus flu yang dikenal sebagai adenovirus 5 (Ad5) digunakan dalan dua vaksin Covid-19 dalam uji coba tingkat lanjut. Satu oleh perusahaan China CanSino Biologics dan satu lagi Gamaleya Research Intitute Rusia.

Tetapi, empat ilmuwan yang menjalankan uji coba internasional terhadap calon vaksin HIV yang menggunakan Ad5 lebih dari satu dekade lalu menemukan bahwa hal itu meningkatkan risiko infeksi HIV pada pria tertentu. Para peneliti khawatir risiko yang sama tetap ada.

"Baik pandemi HIV dan Covid-19, secara tidak proporsional memengaruhi populasi yang rentan secara global," tulis para peneliti dalam surat yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Lancet, minggu ini.

"Peluncuran vaksin SASR-CoV2 yang efektif secara global dapat diberikan kepada populasi yang berisiko terinfeksi HIV, yang berpotensi meningkatkan risiko penularan HIV-1," tulis laporan tersebut. "Pertimbangan keselamatan penting ini harus dievaluasi secara menyeluruh sebelum pengembangan lebih lanjut vaksin Ad5 untuk SARS-CoV2."

Suntik Vaksin

Vaksin vektor Ad5 sendiri diberi otoritas khusus untuk penggunaan militer di China pada Juni dan saat ini sedang dalam uji klinis fase 3 di Arab Saudi, Rusia, dan Pakistan.

Yu Xuefeng, kepala eksekutif CanSino, mengatakan pada majalah Science bahwa risiko peningkatan kerentanan terhadap HIV mungkin hanya untuk vaksin Ad5 yang membawa protein untuk virus tersebut. "Belum ada jawaban yang jelas," tegas Yu, dilaporkan South China Morning Post.

Baca Juga : Waspadalah, Ini 5 Permukaan Benda yang Berisiko Tinggi Terkena Covid-19

Di sisi lain, spesialis virus telah menyatakan dukungan terhadap surat Lancet tersebut, bahwa hasil dari penelitian sebelumnya dapat menunjukkan vaksin Ad5 Covid-19 itu tidak sesuai untuk orang dengan risiko tinggi HIV atau setidaknya memerlukan evaluasi yang lebih dekat.

"Ini adalah keprihatinan yang nyata," kata Damian Purcell, ahli virus di Institut Infeksi dan Imunitas Peter Doherty, Universitas Melbourne. "Ini adalah risiko dai kecepatan, vektor Ad5 adalah yang paling mudah digunakan dan yang pertama di sepanjang garis. Tetapi, dalam pengaturan prevalensi HIV yang tinggi, mungkin cukup berisiko untuk penularan HIV," tegasnya.

Kylie Quinn, rekan peneliti wakil rektor di RMIT University di Melbourne menyatakan bahwa potensi risiko serupa pada vaksin Covid-19 yang menggunakan vektor Ad5 dapat berarti penggunaan vaksin ini harus dinilai dengan hati-hati dalam hal populasi yang berisiko terpapar HIV.

"Tetapi, dalam populasi yang lebih umum, jika HIV dikendalikan dengan baik dan dengan cara lain, dalam hal dampak keseluruhan mungkin tidak bertanggung jawab atas banyak infeksi," kata Quinn. "Secara etis, karena kami tahu ini berpotensi menjadi masalah, sangat penting bahwa setidaknya ini dikomunikasikan kepada orang yang menerima vaksin."

Vaksin Covid-19

Namun, Ashley St John, seorang profesor di Sekolah Kedokteran Duke-NUS di Singapura, menjelaskan bahwa tidak diketahui apakah vaksin Covid-19 yang menggunakan Ad5 akan memiliki efek yang sama seperti yang digunakan dalam uji coba vaksin HIV.

"Meskipun saya tidak akan langsung berasumsi bahwa tingkat penularan HIV dapat dipengaruhi vaksin Ad5 Covid-19, saya pikir ini menyoroti bahwa beberapa tes tambahan diperlukan untuk mengonfirmasi," katanya.

Sementara itu, kekhawatiran tentang vaksin vektor Ad5 dan peningkatan risiko penularan HIV ditelusuri kembali ke uji klinis vaksin HIV Merck and Co. Uji coba dihentikan pada 2007 karena vaksin tersebut tidak efektid, tetapi dalam tindak lanjut berikutnya, para peneliti menemukan adanya peningkatan risiko penularan HIV di antara laki-laki tertentu yang divaksinasi.

Pria yang paling terkena dampak telah terpapar virus Ad5-gejala infeksi umum pada flu-di masa lalu dan tidak disunat, menurut tindak lanjut salah satu penelitian di 2012. Jadi, kelompok ini dinilai empat kali lebih mungkin untuk terinfeksi HIV. Namun, efeknya berkurang dari waktu ke waktu dalam periode 18 bulan. Peningkatan risiko tak terlihat pada perempuan yang disuntikkan vaksin Ad5 ini.

Peneliti berpendapat bahwa risiko dapat dikaitkan dengan reaksi sistem kekebalan terhadap Ad5 yang merangsang sel kekebalan tertentu yang rentan terhadap inveksi HIV atau meningkatkan replikasi HIV di sel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini