Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Timnas Indonesia U-19, Menpora Dukung PSSI Lanjutkan Liga 1 2020

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 620 2300364 demi-timnas-indonesia-u-19-menpora-dukung-pssi-lanjutkan-liga-1-2020-idqBhFWqZ0.jpg Zainduni Amali (Foto: Laman resmi Kemenpora)

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, memberikan dukungan kepada PSSI untuk kembali melanjutkan Liga 1 2020. Dukungan itu ia berikan untuk menyelamatkan Liga 1 2020 yang masih saja tertunda hingga saat ini.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 2020 masih belum bisa bergulir kembali. Meski sempat direncanakan akan dimulai lagi pada Oktober 2020, tetapi PSSI terpaksa membatalkan Liga 1 berjalan kembali karena Polri tidak memberikan izin.

Liga 1 2020

Namun, untuk kali ini, Zainudin selaku Menpora sangat berharap besar kompetisi sepakbola Tanah Air itu bisa tetap berlanjut. Pasalnya nasib Timnas Indonesia U-19 juga akan sangat bergantung dengan jalannya Liga 1 2020.

Apalagi, setelah Timnas Indonesia U-19 pulang dari training camp (TC) di Kroasia, para pemain akan sangat bergantung pada kompetisi. Zainudin memiliki ketakutan yang sama dengan PSSI jika para pemain akan kehilangan ritme permainan andai tak ada kompetisi yang jalan.

Baca juga Pulang ke Tanah Air, PSSI Punya Kekhawatiran dengan Timnas Indonesia U-19 

Zainudin juga menekankan bahwa kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia tidak boleh disia-siakan dengan Garuda Muda tampil buruk. Karena itu, ia sangat yakin bahwa performa baik Timnas Indonesia U-19 juga terletak pada adanya kompetisi atau tidak.

“Untuk Piala Dunia, ini menjadi kesempatan kita. Belum tentu kita mendapatkan kesempatan lagi menjadi tuan rumah,” ungkap Zainudin, dalam diskusi virtual tentang persiapan Piala Dunia U-20 2021, Selasa (27/10/2020).

“Menang bidding saja kita harus melawan negara-negara yang tidak main-main makanya harus digunakan sebaik-baiknya,” tambahnya.

“Saya memahami yang dirasakan Ketum PSSI karena pelatih punya program chek in chek out, makanya ini (kompetisi) harus jalan. Kalau kompetisi tak ada, maka program harus ubah lagi,” sambungnya.

“Selain itu, atmosfer juga berbeda ketika latihan dengan ada pertandingan kompetisi. Karena mentalnya berbeda ketika melawan pemain senior,” lanjutnya.

“Harusnya mereka dapat atmosfer pertandingan di kompetisi dengan begitu bisa melihat seberapa besar performance anak-anak,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini