Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Potensi Pariwisata Besar, Infrastruktur Pulau Komodo Mulai Dikembangkan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 620 2300795 punya-potensi-pariwisata-besar-infrastruktur-pulau-komodo-mulai-dikembangkan-yEXXa9rDij.jpg Pulau Rinca. (Dewi/Okezone)

TAMAN Nasional Komodo tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Hal ini berkaitan dengan penutupan sementara Pulau Rinca di Loh Buaya.

Berdasarkan informasi yang diterima Okezone, penutupan Pulau Rinca merupakan bagian dari penataan menyeluruh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diketahui memang tengah melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata, salah satunya di Pulau Rinca.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN dilaksanakan secara terpadu, penuh kehati-hatian, serta mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi.

"Pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi," kata Basuki di Jakarta, Selasa 27 Oktober 2020.

Baca Juga: Pasca-PSBB Ketat, Ragunan Jadi Lebih Bersih Loh

Pernyataan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tersebut ternyata memicu sebuah pernyataan menggelitik di tengah masyarakat Indonesia. Tak sedikit yang bertanya-tanya seperti apa potensi Taman Nasional Komodo, hingga pemerintah begitu gencar melakukan pembangunan di kawasan ini.

 


Potensi pariwisata Taman Nasional Komodo

Bila menilik dari sejarahnya, potensi pariwisata Taman Nasional Komodo memang tidak perlu diragukan lagi. Taman nasional yang didirikan pada 1980 ini telah dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia dan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO pada 1986.

Dikutip dari laman resmi Komodo National Park, Taman Nasional Komodo awalnya didirikan untuk melestarikan Komodo (Varanus komodoensis) unik, yang pertama kali ditemukan pada 1911 oleh JKH Van Steyn.

Sejak itu tujuan konservasi telah diperluas untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat. Ukuran total Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km2.

Baca Juga: Pulau Rinca Ditutup, Ini 6 Fakta Unik Komodo yang Wajib Diketahui

Usulan perluasan daratan hingga 25 km persegi (Pulau Banta) dan 479 km persegi luas perairan laut akan membuat total luas permukaan mencapai 2.321 kilometer persegi.

Taman Nasional Komodo sendiri terletak di antara Pulau Sumbawa dan Flores di perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini mencakup tiga pulau utama, Komodo, Rinca, dan Padar, dan beberapa pulau kecil yang membentuk lahan seluas 603 km persegi.

Eksotisme kadal raksasa dan kecantikan alamnya membuat Taman Nasional Komodo terpilih menjadi The New 7 Wonders atau salah satu dari 7 Keajaiban Dunia, pada Mei 2012. Setelah masa voting berlangsung panjang, akhirnya taman ini terpilih dari 28 total finalis oleh lebih dari 200 juta voters.

Flora dan fauna di Taman Nasional Komodo

Keadaan alam Taman Nasional Komodo yang kering dan gersang menjadikan suatu keunikan tersendiri. Adanya padang savana yang luas, sumber air yang terbatas dan suhu yang cukup panas, ternyata merupakan habitat yang disenangi oleh sejenis binatang purba Komodo (Varanus komodoensis).

Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar taman nasional ini merupakan savana dengan pohon lontar (Borassus flabellifer) yang paling dominan dan khas. Beberapa tumbuhan yang ada di Taman Nasional Komodo antara lain rotan (Calamus sp.), bambu (Bambusa sp.), asam (Tamarindus indica), kepuh (Sterculia foetida), bidara (Ziziphus jujuba), dan bakau (Rhizophora sp.)

Baca Juga: Loh Buaya Taman Nasional Komodo Ditutup karena Proyek 'Jurassic Park'

Selain komodo, di taman nasional ini juga terdapat sekitar 277 spesies hewan lainnya yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Beberapa di antaranya yakni, rusa (Cervus timorensis floresiensis), babi hutan (Sus scrofa), ajag (Cuon alpinus javanicus), kuda liar (Equus qaballus), kerbau liar (Bubalus bubalis); 2 jenis penyu, 10 jenis lumba-lumba, 6 jenis paus dan duyung yang sering terlihat di perairan laut Taman Nasional Komodo.

Potensi bahari Taman Nasional Komodo belakangan juga menjadi incaran wisatawan. Setidaknya terdapat sekitar 253 spesies terumbu karang di perairannya yang terkenal juga sebagai salah satu titik terbaik di dunia untuk menyelam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini