Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terpukau Pemandangan 7 Spot Wisata di Labuan Bajo

Wiji Adinda Putri, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 620 2302085 terpukau-pemandangan-7-spot-wisata-di-labuan-bajo-cSX5MPSQyK.jpg Pink Beach. (Foto: Okezone)

LABUAN Bajo menyimpan sejuta pesona akan keajaiban alamnya. Dinobatkan sebagai gerbang utama wisata di Nusa Tenggara Timur, memang sudah sepatutnya. Dihiasi akan hamparan perairan, hijau pepohonan, dan bukit yang menjulang.

Tak heran jika pada tahun 1991 didaulat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kali ini Okezone akan mengintip berbagai spot eksotis yang berada di Labuan Bajo.

Tak perlu diragukan akan pemandangan bak surga dunia yang ada, sebab Labuan Bajo sendiri telah dijuluki sebagai Kota Matahari Terbenam. Berikut adalah 7 spot wisata yang wajib dikunjungi saat Anda ke Labuan Bajo.

Pulau Padar

 padar

Pulau Padar menjadi pulau terbesar ketiga setelah Pulau Komodo dan Rinca, yang berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Menjadi spot tereksotis yang ada, pemandangan yang menyambut wisatawan tak tanggung-tanggung. Meskipun memerlukan sedikit perjuangan dengan tracking bukit yang terdiri akan 800 anak tangga, tapi dijamin tak akan ada penyesalan sesampainya di atas puncak bukit Pulau Padar.

Dari atas sana, wisatawan dapat menikmati hangatnya sang surya terbit ataupun tenggelam. Bila berkunjung pada siang menjelang sore hari juga tak kalah menakjubkan pemandangan yang disajikan. Langit biru yang cerah menjadi penghangat suasana bagi penikmatnya.

Memerlukan waktu tempuh kurang lebih selama 3 jam lamanya dari Pelabuhan Labuan Bajo dengan menaiki speedboat yang bisa anda sewa. Selama perjalanan saja sudah dimanjakan dengan pesona Pulau Padar yang dikelilingi perbukitan, dan juga pantai atau pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.

Tiket masuknya pun terjangkau, cukup membayar Rp5 ribu. Namun jika anda memerlukan tour guide (pemandu wisata), anda perlu menambah kocek sebesar Rp800 ribu per orangnya.

Selain hanya menikmati luasnya Pulau Padar dari atas bukit, bagi para pecinta petualangan bisa mencoba aktivitas seru lainnya, seperti snorkeling ataupun diving di pesisir pulau-pulau kecil yang ada.

Baca Juga: Jajal Naik Bus Gratis Menuju Kawah Ijen, Penasaran?

Pulau Kanawa

Untuk ukuran pulau yang satu ini memang lebih terkesan tersembunyi. Hanya memiliki luas 32 hektar namun tetap memikat wisatawan yang berkunjung. Sebab Pulau Kanawa terkenal akan air lautnya yang sangat jernih dihiasi oleh terumbu karang yang indah.

Untuk menuju ke Pulau Kanawa tak memerlukan waktu yang lama, karena letaknya paling berdekatan dengan Pelabuhan Labuan Bajo atau sekitar 15 Km. Untuk tiket wisata ke Pulau Kanawa sendiri perlu merogoh kocek sebesar Rp100 ribu/rombongan (maksimal 10 orang).

Terkenal akan bawah lautnya yang indah, di pulau inilah salah satu spot favorit nan eksotis untuk berjelajah dengan cara snorkeling, diving, atau sekedar berenang di sekitar tepian. Kalau sudah bosan dan menyukai tantangan, anda bisa menuju ke dua bukit yang berada di sekeliling Pulau Kanawa. Dan waktu yang tersisia bisa dinikmati hanya dengan bersantai menikmati senja yang menyapa dari pesisir pulau.

Oh ya perlu Okezoners tahu bahwa kendalanya saat berada di Pulau Kanawa adalah keterbatasan listrik dan juga air bersih. Dalam sehari anda hanya dapat menggunakan air bersih sebanyak 1 kali. Dan untuk listrik sendiri masih sangat minim, karena hanya dapat diakses dari pukul 18.00-23.00 WITA.

 

Pink Beach

 pink

Pantai berpasir merah muda ini merupakan salah satu destinasi pilihan wisatawan yang wajib dikunjungi. Eksotisme dari Pink Beack kian memikat mata dan hati. Memiliki perbukitan di sekitarnya serta perairan yang jernih seakan siap memanjakan mata.

Memerlukan waktu sekitar 3,5-4 jam perjalanan laut dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pink Beach. Untuk bermain di tepian pantainya, anda hanya dapat menaiki perahu kecil atau trekking selama kurang lebih 4 jam berjalan melewati perbukitan dan pepohonan disetiap sisinya. Mungkin pilihan kedua ini menjadi pilihan yang menyenangkan bagi sebagain orang yang menyukai petualangan atau biasa melakukan trekking dan hiking.

Menjadi salah satu dari 7 pantai yang memiliki warna pasir berbeda dari umumnya, kira-kira Okezoners tahu enggak apa yang menjadikan warna merah muda disepanjang garis pantai?

Baca Juga: Wisata ke Solo saat Cuti Bersama, Jangan Lupa Berburu 5 Oleh-Oleh Khas

Nah, jadi warna merah muda itu dihasilkan dari hewan laut yang dikenal dengan nama Foraminifera. Hewan tersebut mengeluarkan pigmen warna merahnya dari cangkang yang dimiliki. Cangkang inilah yang terdampar ke tepian dan bercampur dengan pasir putih. Sehingga lahirnya warna merah muda yang cantik.

Pink Beach akan terasa asyik dijadikan tempat bersenang-senang menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat. Anda bisa berlarian di sepanjang pesisir pantai, berenang, menyelam, ataupun menaiki bukit di sekelilingnya. Di puncak bukit bisa dilakukan untuk mengabadikan gambar yang sempurna dengan lanskap yang memadukan biru langit, hijau pepohonan, perbukitan dengan warna kuning ke coklatan, hamparan pasir merah muda, serta air laut yang jernih.

 

Pulau Kelor

Pulau Kelor menjadi pulau yang paling tepat dikunjungi bagi para wisatawan yang berniat untuk merileksasikan diri. Pasalnya pulau ini tampak sedikit penghuni, sehingga memberikan rasa tenang dan damai saat menginjakkan kaki di Pulau Kelor.

Pulau yang berjarak 1 jam perjalanan dari Kota Labuan Bajo tersebut, dilengkapi dengan pepohonan lebat di sekelilingnya, pasir pantai yang menjuntai, bukit yang mengelilingi, air laut yang tenang, hingga perahu-perahu warlok menambah kesan berlibur yang sesungguhnya.

Dengan lingkungan yang masih asri, banyak yang menjadikan Pulau Kelor sebagai destinasi untuk berbulan madu loh. Saking tenangnya suasana yang diciptakan jadi pilihan favorit para pasangan muda. Di sini juga warga lokalnya senang memanfaatkan alam mereka dengan melakukan berbagai aktivitas air yang tentu mengasyikkan. Jadi para wisatawan pun bisa ikut bergabung, sekaligus meminta bantuan untuk mengeksplor lebih jauh dari keseluruhan Pulau Kelor ini. Ya memang rata-rata wisatawan yang berkunjung mampu mengelilingi seluruh pelosok pulau ini, karena pulau satu ini terbilang kecil jadi mudah dijelajahi.

Manta Point

Spot eksotis kali ini hadir dari bawah laut. Banyak wisatawan yang senang mengeksplor keindahan bawah laut dengan berkunjung ke Manta Point ini. Selain eksotisme akan tumbuhan dan hewan laut yang biasa dijumpai, tetapi ada satu hal yang paling menarik di spot kali ini.

Yap apalagi kalau bukan Manta Ray! Manta Ray ini sering kita kenal dengan Ikan Pari. Di sini wisatawan bisa merasakan pengalaman seru dengan berinteraksi secara langsung bersama hewan-hewan laut, terutama Manta. Ikan Manta yang ada merupakan salah satu yang raksasa dengan panjang sekitar 3 meter.

Anda juga melihat langsung sang ikan menggemaskan pada film ‘Finding Nemo’ yakni Ikan Nemo (bisa disebut ikan badut), serta ubur-ubur dan biota laut lainnya. Pokoknya anda akan merasakan sensasi menyelam yang menakjubkan dan tak terlupakan. Jangan lupa mengabadikan momen bawah lautnya ya!

Gua Batu Cermin

 gua

Kalau destinasi yang satu ini kiranya menjadi santapan seru bagi pemilik adrenalin. Hanya berjarak 4 Km dari Pusat Kota Labuan Bajo, anda sudah dapat menikmati bongkahan bebatuan yang tersusun dengan indah.

Konon kata warga sekitar bahwa Gua Batu Cermin ini dulunya berada di bawah permukaan laut, sehingga banyak binatang laut yang kini terdampar di dalam gua.

Baca Juga: Pulau Ketawai, Surga Tersembunyi di Bangka Belitung untuk Pecinta Diving

"Terdapat pantulan cahaya sinar matahari yang masuk ke dalam gua melalui lubang di atasnya lalu memantul ke bebatuan yang ada di dalam. Pantulan inilah yang dikatakan mirip dengan cermin," demikian dilansi Okezone dari situs resmi Indonesia Travel.

Pada bagian dalam gua masih tampak asli dengan keberadaan stalaktit dan stalakmit yang masih menjuntai kokoh. Berkeliling menggali keindahan Gua Batu Cermin, hanya dibatakan sekitar 10 orang atau kurang. Pasalnya hal ini disebabkan dengan terbatasnya ruang yang ada.

Untuk menikmati objek wisata nan menawan satu ini, wisatawan diperlukan membayar sekitar Rp10 ribu, dan belum termasuk pemandu wisata.

Pulau Bidadari

Pulau Bidadari memang masih kurang tereksplor oleh para pengunjung wisata Labuan Bajo. Tapi jangan khawatir akan eksotisme alam yang masih sangat asri. Ditumbuhin dengan banyak tanaman Bidara, sehingga nama dari pulau ini mulanya adalah Pulau Bidari. Seiring berjalan waktu, namanya pun berganti menjadi Pulau Bidadari.

Keindahan akan pasir pantai putih yang menghias sisi laut serta jernihnya air membuat teduh siapapun yang berkunjung. Bukan merupakan pulau terbesar yang ada, namun juga bukan pulau terkecil yang ada. Tapi bagi yang ingin sekedar bersantai dan menikmati liburan yang ada, tempat ini terbilang pas.

Jaraknya hanya sekitar 10 menit menggunakan speed boat dari Pelabuhan Labuan Bajo. Pulau Bidadari biasanya sangat pas dinikmati dengan cara snorkeling atau berenang di sekitar tepian. Tak perlu mengeksplor keindahan bawah lautnya lebih jauh, pasalnya dari tepi pulaunya saja sudah tampak cantiknya koral dengan berbagai jenis ikan yang bebas berenang di perairan Pulau Bidadari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini