Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asosiasi Pesepakbola Italia Minta Jadwal Pertandingan Internasional Dirombak

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 620 2308040 asosiasi-pesepakbola-italia-minta-jadwal-pertandingan-internasional-dirombak-JHUmUYni0E.jpg Logo Federasi Sepakbola Eropa (Foto: UEFA)

ROMA – Padatnya jadwal yang harus dijalani pesepakbola membuat Asosiasi Pemain Profesional Italia (AIC) mengeluarkan pernyataan keras. Mereka mengingatkan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) dan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) untuk memformat ulang kalender pertandingan internasional.

Keluhan mengenai penjadwalan pertandingan internasional mulai bermunculan dari berbagai pihak. Khusus di Italia, kontroversi bermula dari tindakan otoritas kesehatan lokal (ASL) yang berusaha melarang pesepakbola asing keluar dari ‘gelembung’ untuk membela tim nasional.

Hal itu dilakukan karena masifnya jumlah penularan Covid-19 di kalangan klub-klub sepakbola, seperti yang terjadi di Lazio dan Genoa. Kebijakan dari ASL itu pada akhirnya membuat AIC bereaksi keras. Lewat pernyataan dari Wakil Ketua Umberto Calcagno, mereka mengajukan protes.

Baca juga: Ketum FA Greg Clarke Mundur Akibat Ucapan Rasis

Timnas Italia bermain di Kualifikasi Piala Eropa

Kepada Asosiasi Pesepakbola Profesional (FIFPro), UEFA, dan FIFA, mereka mendesak agar dilakukan perombakan jadwal pertandingan internasional. Sebab, jadwal yang padat pada akhirnya akan merusak sistem sepakbola sendiri.

“Kami terus menjalin kontak erat dengan FIFPro, serikat pemain di mana kami bernaung, UEFA, dan FIFA, untuk memahami bagaimana situasi darurat ini akan mempengaruhi aktivitas sepakbola internasional. Kami sudah meminta sejak lama untuk memformat ulang kalender pertandingan internasional,” bunyi pernyataan resmi Umberto Calcagno, dikutip dari Football Italia, Rabu (11/11/2020).

“Ini adalah isu serius yang membutuhkan refleksi, bukan hanya karena masa darurat ini, tetapi juga di masa depan, demi memastikan pemain-pemain top tidak bermain dalam jumlah yang terlalu banyak. Ada risiko jadwal akan semakin padat, yang tidak baik untuk kesehatan pesepakbola dan juga seluruh sistem sepakbola sendiri,” tutup pernyataan itu.

Sementara kepada ASL, AIS meminta agar mereka menyerahkan wewenang melakukan tes virus Corona kepada Federasi Sepakbola Italia (FIGC). Sebab, ranah sepakbola adalah milik FIGC, sedangkan ASL dapat fokus pada area yang lebih luas seperti bisnis dan pendidikan.

Perhatian soal jeda internasional dan infeksi Covid-19 di kalangan pesepakbola mulai mencuat gara-gara Cristiano Ronaldo. CR7 dinyatakan positif Covid-19 ketika sedang membela Timnas Portugal pada jeda internasional, pertengahan Oktober lalu.

Inisiatif Cristiano Ronaldo untuk memenuhi panggilan timnas justru mendapat kritik tajam dari Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora. Pesepakbola berusia 35 tahun itu dinilai arogan karena meninggalkan ‘gelembung’ Juventus dan melanggar protokol sehingga terpapar Covid-19.

Klub memang tidak bisa membatasi aktivitas pemainnya ketika sedang membela timnas masing-masing. Karena itu, cukup bisa dipahami mengapa Vincenzo Spadafora bereaksi keras terhadap Cristiano Ronaldo. Sebab, pemain kelahiran Funchal itu adalah figur publik yang seharusnya menjadi contoh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini