Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Vaksin, Mungkinkah Kehidupan Berjalan Normal Kembali?

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 14 November 2020 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 620 2309637 ada-vaksin-mungkinkah-kehidupan-berjalan-normal-kembali-qAMOHZJjOv.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ERA kehidupan baru atau new normal memang tengah diterapkan setelah merebaknya Pandemi Covid-19. New normal sendiri adalah era di mana kita harus lebih aware dengan masalah kesehatan, dan hidup lebih bersih dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Tapi, seiring dengan beredarnya kabar bahwa uji coba vaksin untuk corona telah berhasil, banyak masyarakat menaruh harap untuk melakukan kebiasaan lama mereka kembali. Tapi, apakah kehidupan yang lama masih bisa kembali lagi?

"Jangan bermimpi kembali ke kehidupan awal sebelum Covid-19 datang," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur, dr. Indah Fitriani, Sp.PD saat dihubungi Okezone.

Dia melanjutkan, meskipun vaksin Covid-19 sudah bisa disebarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia harus tetap berhati-hati. Sebab butuh waktu yang cukup lama, agar kehidupan bisa normal seperti semula."Butuh waktu bertahun-tahun lagi sampai kita bisa kembali ke kehidupan seperti dulu," katanya.

Selain itu, dia melihat kemungkinan besar setelah vaksin ditemukan masker masyarakat belum bisa terlepas dari masker. "Suatu saat nanti di masa yang akan datang, ya mungkin saja (red. bisa lepas masker). Kita berharap begitu ya. Jika pertama, Covid sudah hilang dari permukaan bumi," katanya.

Kedua, kata dokter Indah, proteksi dari vaksin sudah bisa menjangkau seluruh masyarakat, serta sudah teruji betul bahwa vaksin yang diberikan ampuh menangkal virus tersebut.

"Proteksi dari vaksinnya sudah persen, dan cakupan vaksin sudah bisa menjangkau seluruh rakyat Indonesia," terangnya.

Masker saat ini menjadi salah satu alat pencegah penularan Covid-19, supaya saluran pernafasan seperti hidung dan mulut dapat terjaga. Anjuran ini juga disebutkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo.

Ia mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segara mensosialisasikan pemakaian masker kepada masyarakat, sekaligus membagikannya. Sebab hal ini merupakan bagian dari protokol kesehatan.

"Sebelum adanya vaksin, kuncinya paling penting adalah pemakaian masker,” ujarnya dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui saat ini sebagian wilayah Indonesia seperti DKI Jakarta, telah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi. Hal ini disebabkan jumlah kasus positif Covid-19 masih terus meningkat setiap harinya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi/perawatan secara tepat. 

"Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 131.213. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.712," kata Dwi dalam siaran tertulisnya, Kamis, 12 November 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini