Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS Sebut UKM Paling Kuat Hadapi Covid-19

Arif Budianto, Jurnalis · Selasa 17 November 2020 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 620 2310918 bps-sebut-ukm-paling-kuat-hadapi-covid-19-m9OZWcTUfW.jpg UMKM (Okezone)

BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan, usaha kecil dan menengah (UKM) dinilai paling kuat menghadapi terpaan pandemi Covid-19. Hal itu tampak pada sedikitnya UKM yang terkena dampak.

Kepala BPS Jabar Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, sejak pandemi pihaknya melakukan survei kepada sekitar 5.000 usaha di Jawa Barat. Secara berkala, mereka mengikuti survei yang dilakukan BPS Jabar secara online.

 Baca juga: Wapres: Sekarang Momen Tepat Kembangkan UKM Syariah

"Dari jumlah itu, sekitar 50% menyatakan masih beroperasi seperti biasa hingga saat ini. Hanya 10 persen yang berhenti operasi. 8 dari 10 pelaku usaha menyatakan turun pendapatan," kata Dyah pada Webinar Resiliensi Ekonomi di Tengah Pandemi, Selasa (17/11/2020).

Namun yang menarik, kata dia, jumlah usaha yang beroperasi, sekitar 50% adalah UKM. Sementara usaha besar hanya sekitar 45%. Dari sisi tenaga kerja, usaha besar mengurangi pegawainya hingga 20%. Semantara UKM hanya mendengar 10% pegawainya.

 Baca juga: Menkop: UMKM Jadi Dinamisator Ekonomi di Tengah Krisis

"Bahkan UKM mencatat tetap bisa berproduksi melebihi kapasitas kendati di saat pendemi. Mereka pun bisa menyerap tenaga kerja hingga 74% dari lapangan kerja yang ada di sektor pertanian. Artinya, lapangan kerja mayoritas diserap mereka," beber Dyah.

UKM kata dia, memiliki peluang menggarap ekonomi Jawa Barat lebih kuat lagi. Apalagi, saat ini telah terjadi pergesaran menjadi ekonomi digital. Secara market, transaksi e commerce di Jabar adalah nomor tiga terbesar secara nasional. Peluang ini mestinya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Data sampai September 2020, e commerce naik 79% dibanding 2019, yaitu 83,71 juta transaksi menjadi 150 juta transaksi. Ini kenaikan akibat perubahan perilaku akibat pandemi," imbuh dia.

Sektor yang mengalami kenaikan kenaikan transaksi online dari komoditas kosmetik dan kecantikan, serta peralatan rumah tangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini