Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sama-Sama dari Papua, Ini Beda Noken Raja Ampat dan Wamena

Salsabila Jihan, Jurnalis · Sabtu 05 Desember 2020 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 620 2322248 sama-sama-dari-papua-ini-beda-noken-raja-ampat-dan-wamena-FqdkVwGC50.jpg Noken Papua. (Foto: Instagram alfons.pace))

NOKEN merupakan salah satu hasil kerajinan tangan asal Bumi Cendrawasih. Biasanya tas noken ini terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan di Papua.

Bahkan noken sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO pada 2012 lalu. Selain Wamena, ternyata noken ini bisa ditemukan di Raja Ampat.

Walaupun sama-sama berasal dari Papua, ternyata keduanya memiliki banyak perbedaan. Berikut perbedaan noken asal Wamena dan Raja Ampat dirangkum Okezone, Sabtu (5/12/2020).

Bahan

nkn

(Instagram iroel_iman)

Noken Raja Ampat terbuat dari daun pandan pesisir atau daun tikar, ilalang rawa, dan bisa juga dari kulit kayu. Noken ini dibuat bukan tanpa alasan, ada sejarah dan budaya yang terkandung dibaliknya. Noken Raja Ampat yang terbuat dari tanaman pesisir secara tidak langsung menunjukkan di mana lokasi Raja Ampat.

Baca Juga: Filosofi Noken, Warisan Budaya UNESCO Kebanggaan Masyarakat Papua

Noken Wamena menggunakan akar anggrek atau daun pandan besar sebagai bahan pembuatnya.

Fungsi

Di Raja Ampat biasanya noken digunakan sebagai tas untuk mengangkut hasil kebun, atau untuk menggendong anaknya.

Sedangkan di Wamena, noken berada di tengah budaya masyarakat hutan gunung sehingga banyak dipakai mengangkut hasil hutan.

Budaya

Perbedaan bahan tersebut menunjukkan keduanya lahir dari budaya masyarakat yang berbeda. Di Raja Ampat, bahan noken berasal dari tumbuhan pesisir, yang memang lahir dari budaya pesisir.

Sedangkan noken Wamena awalnya dibuat sebagai pemanfaatan tanaman di sekitar hutan dekat Wamena.

 

Bentuk

Noken Raja Ampat mempunyai bentuk seperti totebag yang sering digunakan anak muda. Selain itu noken Raja Ampat variasi warna alam yang unik dan memiliki tekstur yang kaku jika digunaka yang dilengkapi dengan penutup juga.

Bentuk noken Wamena sendiri memiliki ciri khas yang unik. Noken ini berbentuk seperti kantung kain yang lebih terlihat fleksibel, mirip seperti jaring ikan.

Baca Juga: 5 Keunikan Noken Papua, Traveler Sudah Tahu Belum?

Cara Pakai

Untuk cara pakainya, noken Raja Ampat dipakai dengan cara digantungkan di leher yang menghadap ke depan. Selain di leher, noken ini bisa digantung di pundak.

Cara pakai noken Wamena berbeda dengan noken Raja Ampat. Noken Wamena dipakai di kepala dan menggantung ke belakang punggung.

Proses Pembuatan

Pengrajin bisa menghabiskan waktu hingga satu bulan untuk membuat sebuah noken.

Proses pembuatan noken Raja Ampat masih menggunakan teknik anyam. Oleh karena itu dibutuhkan ketelitian dan waktu ekstra bagi para pengrajin untuk membuatnya, sedangkan noken Wamena dibuat dengan teknik rajut.

Walaupun menghabiskan waktu yang lama, noken ini dijual dengan harga yang masih masuk akal. Satu noken dihargai mulai dari Rp100 ribu sampai Rp350 ribuan saja, tergantung ukuran yang Anda pilih.

Noken Papua ini bisa menjadi cinderemata khas Papua. Jika noken ini terus dikembangkan dan dilestarikan, maka akan meningkatkan perekonomian dan pendapatan masyarakat Papua, serta mampu meningkatkan sektor pariwisata di Papua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini