Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejarah Hari Gunung Internasional, Traveler Sudah Tahu Belum?

Salsabila Jihan, Jurnalis · Jum'at 11 Desember 2020 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 620 2325992 sejarah-hari-gunung-internasional-traveler-sudah-tahu-belum-wMkFkx5Of6.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

PADA Jumat (11/12/2020) diperingati sebagai Hari Gunung Internasional. Kini traveler mesti tahu sejarah hari peringatan tersebut.

Di beberapa negara, gunung dianggap dewa. Di negara lainnya, gunung adalah sebuah puncak untuk didaki, bahkan ada negara yang menganggap bahwa gunung berapi itu adalah roh yang bisa marah.

Gunung atau pegunungan juga menyediakan banyak sumber daya, seperti air, energi, dan makanan yang dapat menopang kehidupan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menetapkan tanggal 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional atau International Mountain Day yang disepakati juga oleh Food Agriculture Organization (FAO). Hari Gunung Internasional ditetapkan untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya pegunungan bagi kehidupan.

 gunung

Lalu bagaimana bisa tanggal 11 Desember itu ditetapkan sebagai Hari Gunung Internasional?

Baca Juga: Hari Gunung Internasional, Sudahkah Anda Peduli Pada Alam?

Peringatan Hari Gunung Internasional ini bermula pada tahun 1992. Saat itu, PBB menggelar konferensi mengenai "Pengelolaan Ekosistem yang Rapuh: Pembangunan Gunung yang Berkelanjutan" tentang lingkungan dan pembangunan yang menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan gunung.

Karena meningkatnya perhatian terhadap pentingnya pegunungan, Sidang Umum PBB mendeklarasikan tahun 2002 sebagai Tahun Pegunungan Internasional menurut PBB. Akhir dari sidang tersebut, maka ditetapkanlah 11 Desember sebagai "Hari Gunung Internasional" sejak tahun 2003.

 

Tema Hari Gunung Internasional 2020 adalah "Mountain Biodiversity", yang dipilih oleh FAO. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ancaman yang akan dihadapi oleh keanekaragaman hayati di pegunungan.

Dilansir dari Business Standard, biodiversity atau keanekaragaman hayati meliputi keanekaragaman ekosistem, spesies dan sumber daya genetik, dan pegunungan memiliki banyak varietas endemik.

Baca Juga: Hendak Camping Pertama Kali? Jangan Lupa Persiapkan 6 Hal Penting Ini

Perbedaan topografi, ketinggian, kemiringan dan keterpaparan di pegunungan, menawarkan peluang untuk menumbuhkan berbagai tanaman yang bernilai tinggi, hortikultura, peternakan, dan spesies hutan.

Namun, degradasi ekosistem, hilangnya mata pencaharian dan migrasi di pegunungan, dapat membuat praktik budaya dan tradisi tradisional yang telah berusaha untuk melestarikan keanekaragaman hayati selama beberapa generasi ditinggalkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini