Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Corona, Polri Tetap Operasi Yustisi di Kawasan Pariwisata

Antara, Jurnalis · Minggu 13 Desember 2020 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 13 620 2326702 cegah-corona-polri-tetap-operasi-yustisi-di-kawasan-pariwisata-gvE6AuBMlb.jpeg Cek suhu tubuh wisatawan (Kemenparekraf)

KADIV Humas Polri Irjen Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa Polri tetap akan melakukan operasi yustisi dengan menyasar kawasan rawan kerumunan dan krusial, seperti sektor pariwisata, dalam rangka mencegah penularan virus corona atau COVID-19.

"Untuk mendukung upaya pemerintah memulihkan kembali ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19, Polri akan terus melakukan operasi yustisi di titik rawan kerumunan," kata Argo Yuwono dalam keterangannya, Minggu (13/12/2020).

Baca juga: Liburan Akhir Tahun di Candi Borobudur? Simak Protokol Kesehatannya

Ia mengatakan operasi ini bertujuan untuk menindak tegas masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Operasi yustisi dilakukan di beberapa titik mulai dari pusat perbelanjaan, kawasan rawan berkerumun, dan kawasan krusial seperti sektor pariwisata.

Dalam acara webinar dengan tema “Restoring Tourism Kesehatan dan Keamanan Terjaga, Ekonomi Bangkit” di Hotel Aston, Kuta, Bali, Kadiv Humas Polri menegaskan, apa yang dilakukan Polri-TNI itu tidak serta merta untuk kepentingan diri sendiri atau kepentingan manapun. Namun hal ini dilakukan untuk kepentingan bersama agar semua pulih kembali.

Ia meminta kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama patuh dan menerapkan protokol kesehatan di segala aktivitas di luar rumah untuk memutus mata rantai COVID-19.

Baca juga: Diinisiasi Wamen Angela Tanoesoedibjo, Sertifikasi CHSE Ampuh Tingkatkan Kepercayaan Wisatawan

Selain itu, ia meminta agar Bali dapat menjadi contoh pelaksanaan protokol kesehatan, karena Bali yang mengandalkan pariwisata sebagai sumber pendapatan masyarakat.

"Kalau tingkat penularan COVID-19 rendah, wisatawan akan merasa nyaman berkunjung ke Bali," kata Kadiv Humas Polri.

Kadis Pariwisata Bali I Putu Astawa mengakui ketergantungan Bali pada pariwisata karena ada 1,3 juta penduduk bekerja di sektor ini, dan memberikan devisa sebesar Rp160 triliun. Saat ini kunjungan wisata di Bali sudah mencapai lebih dari 6.000 orang per hari.

Ia mengatakan ada sanksi denda yang besar bagi pihak-pihak yang tidak melaksanakan protokol kesehatan secara serius. "Kami juga melaksanakan sertifikasi obyek-obyek pariwisata," katanya.

Terkait dengan penanganan COVID-19, Kadis Pariwisata menjelaskan bahwa Bali sudah menyiapkan beragam skenario, mulai penanganan dengan jumlah pasien minimal sampai dengan 100 pasien, 200 pasien, dan selanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini