Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penemu Ebola Peringatkan Ancaman Virus Baru Setelah Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 24 Desember 2020 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 620 2333473 penemu-ebola-peringatkan-ancaman-virus-baru-setelah-covid-19-GIRPUlf5u9.jpg Dokter penemu ebola ingatkan ancaman virus setelah Covid-19 (Foto : Thesun)

Meski vaksin Covid-19 sudah beberapa langkah lagi semakin dekat, tapi bukan berarti ancaman virus terhadap kesehatan masyarakat dunia sudah berhenti sampai situ. Setelah Covid-19, dikabarkan masih akan ada virus mematikan selanjutnya yang akan mengancam populasi manusia.

Hal ini diungkapkan oleh dokter penemu virus Ebola, Profesor Jean-Jacques Muyembe Tamfum. Dia merupakan salah satu dokter di tim peneliti yang menginvestigasi wabah virus Ebola pertama kali pada 1976.

Penemu Ebola

Profesor Jean mengkhawatirkan, dunia akan menghadapi sejumlah virus baru yang muncul dari hutan hujan tropis di Afrika dan berpotensi fatal.

“Kita sekarang berada di dunia, di mana patogen baru akan keluar. Itulah yang yang merupakan ancaman bagi manusia,” kata Profesor Jean, seperti dikutip Ny Post, Kamis (24/12/2020).

Disebutkan lebih lanjut, Profesor Jean menambahkan, menurutnya pandemi di masa mendatang bisa lebih parah daripada pandemi Covid-19 saat ini.

Para peneliti kini diketahui tengah bekerja untuk memerangi ancaman yang disebut 'Penyakit X', patogen yang dapat melanda dunia secepat Covid tetapi dengan tingkat kematian yang lebih daripada virus Ebola.

Sebagai penelitian, Profesor Jean mengambil sampel darah dari korban penyakit yang tidak diketahui sebelumnya yang menewaskan sembilan dari 10 orang pasien. Kemudian sampel darah ini dikirim Republik Demokratik Kongo (DRC) ke para ilmuwan di seluruh dunia yang menemukan virus Ebola.

Wabah Ebola

Sejauh ini, diyakini penyakit yang tak dikenal sebelumnya tersebut menyebabkan muntah dan pendarahan internal yang mengerikan. Dengan alur pertama kali menyebar ke manusia dari hewan, seperti kelelawar.

Sekali lagi, Profesor Jean memperingatkan ke depannya akan lebih banyak penyakit zoonosis, di mana patogen berpindah antara hewan dan manusia.

“Jika Anda pergi ke hutan, Anda akan mengubah ekologi. Serangga dan tikus akan meninggalkan tempat ini dan masuk ke desa-desa, jadi ini adalah penularan virus, patogen baru,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini