Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vaksin Covid-19 Disimpan Sembarangan Akan Jadi Racun, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 620 2336114 vaksin-covid-19-disimpan-sembarangan-akan-jadi-racun-benarkah-r1f4I0aUwv.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

SEMUA jenis vaksin memerlukan penyimpanan di suhu dingin, termasuk vaksin covid-19. Namun berbeda vaksin maka beda juga derajat suhu yang dibutuhkan supaya efektivitas vaksin tidak berkurang.

Vaksin covid-19 Sinovac misalnya, suhu penyimpanannya ialah 2 hingga 8 derajat Celsius. Lalu Vaksin Pfizer mesti disimpan di suhu minus 70 derajat Celsius. Kemudian Vaksin Moderna disimpan pada suhu minus 20 derajat Celsius.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa vaksin adalah produk biologis sensitif yang sensitif terhadap cahaya, panas, dan pembekuan. Kualitas vaksin terbukti dapat menurun bila terpapar kondisi ekstrem.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pun menegaskan bahwa penyimpanan vaksin yang tepat memberikan peran penting dalam menghentikan persebaran penyakit.

Baca juga: Kemenkes Pastikan Kualitas Vaksin Covid-19 Terjaga Sampai ke Daerah-Daerah 

Rantai dingin (cold chain) sudah diterapkan di Indonesia sebagai sistem pendistribusian vaksin imunisasi rutin. Maka itu, Kementerian Kesehatan paham betul bagaimana memastikan kualitas vaksin covid-19 tidak berkurang sejak dari pusat penyimpanan hingga ke daerah-daerah.

Tapi, apa yang terjadi pada vaksin yang ditaruh sembarangan? Atau pada kasus vaksin covid-19 Sinovac, apa yang bakal terjadi jika tidak disimpan di suhu 2 hingga 8 derajat Celsius?

Info grafis vaksin covid-19. (Foto: Okezone)

Pertama, Anda mesti paham dulu apa itu vaksin. Vaksin adalah suatu barang yang memberi pasien kekebalan jangka panjang terhadap penyakit tanpa Anda terkena penyakit yang sebenarnya.

Lewat vaksin, Anda akan kemasukan antigen asing di dalam sistem kekebalan tubuh untuk memicu respons kekebalan terhadap virus dan penyakit lain yang dapat dicegah.

Baca juga: Dimulai Januari 2021, 181,5 Juta Orang Indonesia Akan Divaksin Covid-19 

Bagaimana prosesnya? Kebanyakan vaksin mengandung antigen dilemahkan yang mengandung bagian dari patogen yang menyebabkan penyakit. Pada kasus vaksin covid-19, berarti di dalam vaksin itu ada komponen virus SARS-CoV2 yang dilemahkan.

Meski lemah, mereka menyebabkan sistem kekebalan menghasilkan antibodi yang membantu seseorang mengembangkan kekebalan. Vaksin dapat dikatakan sebagai pengganti yang lebih baik daripada terpapar virus hidup.

Nah, menjawab pertanyaan sebelumnya, ketika vaksin tidak ditempatkan pada suhu yang telah ditetapkan perusahaan farmasi yang membuatnya, maka otomatis potensi vaksin menurun bahkan hilang. Dengan begitu, bisa dipastikan vaksin tak berguna lagi.

"Vaksin didasarkan pada biomolekul yang biasanya sangat tidak stabil di luar lingkungan asalnya. Ini berarti mereka dapat dengan cepat kehilangan potensi atau menjadi beracun, mengakibatkan tumpukan yang rusak jika tidak disimpan dengan benar," papar Profesor Jason Hallett dari Departement of Chemical Engineering Imperial College London, seperti dikutip dari Imperial, Rabu (30/12/2020).

Jika pasien mendapat suntikan vaksin yang rusak, ini menyebabkan dia tidak sepenuhnya terlindungi dari penyakit yang ingin dicegah. Jadi dapat dikatakan si pasien mendapat suntikan yang sia-sia.

"Kecelakaan seperti itu berdampak negatif bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan. Pasien mungkin perlu vaksinasi ulang. Kesalahan ini pun akan menurunkan kepercayaan publik terhadap penyedia layanan kesehatan," lapor American Biotech Supply.

Baca juga: Menkes Sebut Lansia Dapat Vaksin Covid-19 Belakangan, Ini Alasannya 

Menjadi catatan juga bahwa hal kecil seperti teledor meninggalkan vaksin begitu saja di atas meja akan membuat potensi vaksin berkurang. Ya, suhu lingkungan ternyata dapat merusak vaksin.

Oleh karena itu, penting bagi penyedia layanan kesehatan seperti puskesmas memerhatikan hal-hal berikut ini agar kualitas vaksin terjaga sampai disuntikkan ke masyarakat:

1. Pengaturan dan penataan vaksin di dalam lemari es.

2. Pengontrolan suhu lemari es dengan penempatan termometer di dalam lemari di tempat yang benar dan pencatatan suhu pada kartu suhu atau grafik suhu sebanyak dua kali sehari pada pagi dan siang hari.

3. Pencatatan data vaksin di buku catatan vaksin meliputi tanggal diterima atau dikeluarkan, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, jumlah diterima atau dikeluarkan, dan jumlah sisa yang ada.

Baca juga: Dibagi dalam 2 Gelombang, Vaksinasi Covid-19 Ditargetkan Selesai 2022 

"Cara penyimpanan vaksin sangat penting karena menyangkut potensi dan daya antigennya. Beberapa faktor yang memengaruhi penyimpanan vaksin ialah suhu, sinar matahari, dan kelembapan," lapor Indonesia Public health.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini