Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisakah Belanja Pemerintah Rp2.750 Triliun Selamatkan Ekonomi RI 2021?

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 620 2378648 bisakah-belanja-pemerintah-rp2-750-triliun-selamatkan-ekonomi-ri-2021-uofqsnNDwE.jpg Belanja Pemerintah Selamatkan Ekonomi RI. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Belanja pemerintah memiliki peran besar dalam menyelamatkan ekonomi Indonesia saat pandemi virus corona 2020. Oleh karena itu, belanja pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun ini diyakini masih menjadi kunci penyelamatan ekonomi .

Pada 2020, realisasi program PEN mencapai 6,09% (Rp579,8 triliun) dari total APBN Rp2.589,9 triliun. Sementara pada 2021 rogram PEN dianggarkan Rp627,9 triliun (5,70%) dari total RAPBN sebesar Rp2.750,0 triliun.

Menurut Ekonom Universitas Nasional Made Adnyana, hampir semua lembaga riset dunia memprediksi pada 2021 perekonomian global akan “kembali normal” dan akan tumbuh positif, sehingga memberikan peluang pada kebangkitan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Strategi Menjadi Pemenang di Era Pandemi dan Kebutuhan Edukasi Bisnis yang Tepat

Namun berharap pada pemulihan ekspor, menurut Adnyana, tidak akan mudah bagi Indonesia. Adnyana lebih menyarankan pemerintah untuk lebih fokus pada penanggulangan pandemi (kesehatan) dan melindungi sisi permintaan konsumsi masyarakat agar bisa menjadi pendorong kebangkitan ekonomi nasional.

“Kebangkitan ekonomi dimulai dari sektor padat karya dengan melibatkan seluruh kekuatan, dari badan usaha, kementerian, dan lembaga, hingga pemerintah daerah dan perangkat desa,” tutur Adnyana, (Selasa (16/3/2021).

Baca Juga: Impor Mulai Menanjak, Begini Dampaknya ke Ekonomi RI

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, fokus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 adalah untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi.

"Tahun depan kita akan membelanjakan Rp2.750 triliun, terutama untuk belanja yang bertujuan untuk melanjutkan program penanganan Covid-19 dan juga terutama untuk vaksinasi. Tapi kita juga akan terus mendukung beberapa program perlindungan sosial dan program untuk membantu sektoral serta Pemda untuk pulih dari Covid-19," jelas Menkeu Sri Mulyani.

APBN tahun 2021 juga dirancang untuk mendukung reformasi pada sektor penerimaan negara. Menkeu menyebut bahwa hal ini sangat penting untuk konsolidasi fiskal dan mengembalikan kembali kesehatan APBN.

"Fokus pada pendapatan negara diantaranya adalah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui pemberian insentif pajak secara selektif dan terukur, melakukan relaksasi prosedur untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, dan meningkatkan pelayanan PNBP kepada masyarakat," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini