Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Kecerdasan Buatan Tak Cegah Kerugian akibat BBM Oktan Rendah

Antara, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 620 2463981 teknologi-kecerdasan-buatan-tak-cegah-kerugian-akibat-bbm-oktan-rendah-TWUZL2nT5W.jpg Harga BBM (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kendaraan keluaran terbaru yang sudah menerapkan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tetap diharuskan memakai bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi, seperti Pertamax series.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Bahan Bakar Indonesia (IABI) Iman Kartolaksono Reksowardojo, AI tidak bisa mencegah kerugian jika kendaraan dipaksa memakai BBM beroktan rendah.

"Programming yang dilengkapi AI memang bisa beradaptasi supaya tidak merusak mesin. Tetapi, tetap saja ada batasnya. Jika terus-menerus memakai BBM beroktan rendah maka tetap merugikan. Karena konsekuensinya adalah penurunan kinerja dan penurunan efisiensi. Selain itu, emisi juga memburuk,” katanya di Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Baca Juga: Jangan Kaget! BBM Premium Pelan-Pelan Menghilang dari RI

 

Menurutnya, pemrograman AI memang membuat motor lebih fleksibel terhadap kualitas BBM yang dikonsumsi. Namun fleksibilitas yang bisa diadaptasi melalui Engine Control Unit (ECU) tersebut, memiliki limit dan terdapat sistem yang dikompromikan, misalnya melalui pengapian yang disetel menjadi lebih lambat.

Jadi, lanjutnya, tetap saja ada kekurangannya, oleh karena itu kendaraan yang dilengkapi dengan AI pun, tetap harus mengonsumsi BBM RON tinggi.

"BBM dengan oktan tinggi berdampak positif terhadap kendaraan bermotor. Tidak hanya bagi kendaraan yang dilengkapi dengan teknologi AI, namun juga kendaraan lain," kata dia.

Iman menambahkan, kendaraan yang diisi dengan Pertamax series akan tahan terhadap temperatur dan tekanan tinggi, sehingga campuran bahan bakar dan udara tidak akan menyala dengan sendiri pada waktu langkah tekan. Dengan demikian, pembakaran hanya berasal dari api busi. Bukan karena temperatur dan tekanan yang tinggi yang berasal bukan dari busi.

Menurut dia, spesifikasi mesin kendaraan keluaran terbaru memang dirancang untuk BBM dengan RON yang tinggi, dengan demikian, BBM yang dipakai juga harus sesuai.

"Kalau motor dirancang untuk oktan tinggi maka harus mempergunakan BBM dengan angka oktan tinggi. Jika tidak, maka akan terjadi off-design operation atau operasi mesin di luar perancangan," katanya.

Dampak pemakaian BBM beroktan rendah memang merugikan, selain meningkatkan risiko kerusakan motor, ujarnya, juga memperburuk emisi gas buang kendaraan bermotor, menurunkan unjuk kerja motor, membuat motor mengelitik (knocking), bahkan berpotensi membuat ruang bakar berlubang.

"BBM RON rendah bisa menyebabkan knocking atau mengelitik. Knocking harus dihindari, karena dalam kasus ekstrim bisa merusak mesin, membuat piston berlubang, serta menurunkan efisiensi dan menaikkan emisi gas buang," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini