Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkuat Kemandirian, UMKM Pesantren Diberi Pelatihan

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 620 2464465 perkuat-kemandirian-umkm-pesantren-diberi-pelatihan-THRV7RrtmC.jpg Ilustrasi UMKM pesantren. (Foto: Kementerian PUPR)

KEMANDIRIAN di lingkungan pesantren terus diperkuat. Misalnya dengan adanya pelatihan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM pesantren yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

"Kita bersyukur memiliki menteri yang berkomitmen dalam membangun ekonomi pesantren. Kita menginginkan pesantren yang makin mandiri. Karena itu kita harus benar-benar menyatukan visi dan semangat sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai," pesan Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali kepada peserta pelatihan penguatan UMKM pesantren, dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Viral Nasihat Penghulu Anas Ajak Doakan Ibu Curi Perhatian Menag Yaqut 

Ia menerangkan, pesantren selama ini terbukti tangguh dan selalu survive secara ekonomi. Namun, belum banyak yang menemukan bisnis model yang ekspansif.

Nizar menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mendongkrak semua potensi pesantren, karena ada beberapa momentum yang perlu disambut dengan ikhtiar yang serius.

"Pertama, momentum Undang-Undang Pesantren. Lahirnya UU Pesantren ini melegitimasi peran pesantren yang tidak hanya dalam bidang pendidikan, namun juga pemberdayaan ekonomi," tegasnya.

Dia mengatakan, hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren adalah entry point yang sangat penting untuk menjadikan pesantren sebagai lembaga berkualitas, terutama dari aspek pengelolaan dan pemberdayaan.

Baca juga: Wamenag Minta Pengusaha Muslimah Kuasai Literasi Digital untuk Kembangkan Bisnis 

Kedua, momentum Merger Bank Syariah. Sebagaimana diketahui, tiga bank syariah nasional telah melakukan merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) yang saat ini termasuk dalam peringkat tujuh perbankan nasional dengan aset 240 triliun dan top 10 perbankan syariah dunia dalam kapitalisasi market. BSI telah memproyeksikan 53,83 triliun penyaluran UMKM atau 23 persen dari total penyaluran dana.

"Momentum ini harus disambut pesantren dengan mengondisikan diri untuk siap memanfaatkan peluang tersebut terkait akses pembiayaan," jelasnya.

Ketiga, momentum covid-19 dan momentum digital. Pandemi covid-19 telah mengubah paradigma dan lifestyle dalam hal pembiasaan baru, yakni digitalisasi. Pembatasan mobilitas selama pandemi covid-19 telah mempercepat dan mengakselerasi digitalisasi di berbagai aspek kegiatan ekonomi.

"Momentum digitalisasi membuka peluang terbukanya pasar yang lebih luas termasuk bagi UMKM yang dijalankan pesantren," sebut Nizar.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka, Kemenag: 52% Guru RA dan Madrasah Sudah Divaksin 

Lebih jauh ia melihat ada satu keunggulan yang dimiliki pesantren, yaitu Market Ekonomi Potensial. Kebutuhan consumers goods (FMCG) di atas 90 juta masyarakat hidup di sekitar pesantren. Itu merupakan market ekonomi yang besar, selain juga potensial bagi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf).

"Dengan usaha serius, kita yakin pesantren tidak hanya menjadi pelaku, melainkan menjadi motor utama pengembangan dan Penguatan UMKM. Bagaimanapun UMKM dengan pesantren include di dalamnya, telah terbukti menjadi penggerak ekonomi nasional," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini