Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agung Suprio Sebut KPI Alami Perdebatan Kencang Saat Bahas Saipul Jamil

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 620 2468744 agung-suprio-sebut-kpi-alami-perdebatan-kencang-saat-bahas-saipul-jamil-jQndapgG7g.jpg Saipul Jamil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, angkat bicara terkait pedangdut Saipul Jamil yang dikecam netizen dan dilarang tampil di televisi. Dalam Podcast milik Deddy Corbuzier, Agung menyebut bahwa sempat terjadi perdebatan kencang di KPI saat membahas terkait tayangan glorifikasi Saipul Jamil.

Hal itulah yang pada akhirnya membuat KPI melarang tayangan terkait glorifikasi Saipul Jamil pasca keluar dari penjara muncul kembali di televisi. Kendati demikian, ia sama sekali tidak melarang jika Saipul Jamil ingin kembali tampil di televisi, namun dengan syarat yang harus dipenuhi.

Baca Juga:

KPI Izinkan Saipul Jamil Tampil di Televisi, Asal....

Sebut Aksi Boikot Saipul Jamil Berlebihan, Nikita Mirzani: Gue Bukan Membela

Saipul Jamil Dijemput Pakai Mobil Mewah Keluar dari Tahanan


"Dikalungin seolah dia nggak bersalah,. Publik kemudian nggak suka, kenapa mantan narapidana seksual, kok dielu-elukan seperti pahlawan. Nah ini sebetulnya titik awalnya. Ketika dia tayang di tv, orang nggak suka. Nah itu kita dalam proses evaluasi tayangan. Kita melihat, diskusi, antara Hak Asasi Manusia dan Kepatutan Publik," jelas Agung dalam video di Youtube Deddy Corbuzier.

"Dia ada Hak Asasi Manusia, tapi ada kepatutan, ada kelayakan publik, gimana lo membedakan itu? Sementara tv itu ruang publik. Akhirnya ya sudah kita buat surat, kita mengecam glorifikasinya. Kedua, dia bisa tampil dengan kepentingan edukasi. Misalnya dia hadir sebagai bahaya predator, kalau untuk hiburan belum bisa," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Deddy sempat bertanya pendapat Agung soal kasus Saipul Jamil. Saat ditanya, Agung juga memiliki jawaban yang sama dengan mayoritas masyarakat di Indonesia.

"Kalau lo bukan KPI, menurut lu gimana? Apakah dia layak untuk diglorifikasikan dan masuk tv?," tanya Deddy.

"Nggak layak. Gue sendiri kalau gue bukan anggota KPI gue muntah. Gue nggak suka tayangan itu, jujur. Tapi gue nggak bisa bermain sendiri, jadi kita harus merapat dengan semua komisioner dan berdebat, berdiskusi, ya butuh waktu. Makin lama kan makin tinggi, dan gue yakin ini akan jadi isu nasional karena jadi keprihatinan banyak pihak," tutur Agung.

Menurut Agung, Saipul seperti salah langkah usai keluar dari penjara. Sebab, Ipul lebih memilih untuk menghadiri undangan di stasiun televisi sebelum menyambangi atau berkomunikasi dengan korban, serta meminta maaf atas kesalahan yang telah ia lakukan.

"Ketika dia tampil tanpa beban, mantan korban itu kasihan. Maka dalam kasus ini, gue merujuk pendapat seseorang, dia harus minta maaf dulu ke korban, korban maafin baru. Kalau korban sudah maafin ya sudah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini