Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenparekraf Siapkan Dukungan Akomodasi Bagi Nakes di Luar Jawa dan Bali

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 20 September 2021 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 620 2474225 kemenparekraf-siapkan-dukungan-akomodasi-bagi-nakes-di-luar-jawa-dan-bali-wPHfysE91I.jpg Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Kemenparekraf)

PELAKSANAAN reaktivasi industri pariwisata melalui dukungan program penyediaan akomodasi bagi tenaga kesehatan penanganan COVID-19 terus berjalan. Saat ini Kemenparekraf/Baparekraf juga tengah mengkaji permintaan dukungan akomodasi bagi tenaga kesehatan dari rumah sakit-rumah sakit rujukan COVID-19 di luar pulau Jawa dan Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam pernyataanya, Selasa (14/9/2021), menjelaskan, dukungan program penyediaan akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk sarana transportasi bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Tenaga Penunjang Fasilitas Kesehatan (Faskes) Penanganan COVID-19 yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tahun 2021 telah dijalankan sejak 1 September 2021.

"Saat ini kami telah mendukung 40 rumah sakit dengan kurang lebih 4.370 tenaga kesehatan se-Pulau Jawa dan Bali," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Sebanyak 40 rumah sakit tersebut terdiri dari Provinsi Banten 1 rumah sakit; Provinsi DKI Jakarta 22 Rumah Sakit; Provinsi Jawa Barat 3 Rumah Sakit; Provinsi Jawa Tengah 1 Rumah Sakit serta Provinsi D. I. Yogyakarta 8 Rumah Sakit.

Selain itu Provinsi Jawa Timur 2 Rumah Sakit; dan Provinsi Bali 3 Rumah Sakit.

"Kegiatan ini melibatkan industri pariwisata yaitu jasa akomodasi (perhotelan) sebanyak 37 hotel dan penggunaan bus sebanyak 57 unit. Adapun fasilitas yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan tidak hanya berupa akomodasi tetapi juga makanan minum dan fasilitas laundry," kata Sandiaga.

Namun dengan keberhasilan pemberlakukan PPKM yang ditunjang dengan kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin serta masifnya testing, tracing, dan treatment, serta tidak ketinggalan percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, membuat penyebaran COVID-19 dapat ditekan. Penyebaran COVID-19 menunjukkan grafik yang melandai, termasuk di Jawa dan Bali.

"Dengan menurunnya level PPKM, maka sebanyak 31 rumah sakit memutuskan untuk menunda permintaan dukungan akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya yang telah kami siapkan. Sehingga target 71 rumah sakit yang akan didukung belum tercapai," kata Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga menegaskan, dengan situasi yang sangat dinamis ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan ketepatan sasaran program serta akuntabilitas. Termasuk mengkaji permintaan dukungan akomodasi bagi tenaga kesehatan dari rumah sakit di luar pulau Jawa dan Bali.

"Perlu kami informasikan bahwa data yang kami sampaikan merupakan 'data dinamis' dimana hingga saat ini kami masih terus menerima beberapa permintaan dukungan. Saat ini Kemenparekraf juga tengah melakukan pendataan lanjutan yang berkaitan dengan permintaan dukungan bagi tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa dan Bali," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini