Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Fakta Neraca Perdagangan September Surplus USD4,37 Miliar

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 620 2487278 4-fakta-neraca-perdagangan-september-surplus-usd4-37-miliar-xnrtJ9iitI.jpeg Neraca Perdagangan September surplus (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Neraca perdagangan Republik Indonesia (RI) kembali catat surplus pada periode Januari - September 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mencapai USD4,37 miliar.

Bank Indonesia (BI) dalam siaran persnya menyebut bahwa dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pun mencatat nilai positif.

Berikut 4 fakta surplus neraca perdagangan September 2021, seperti dirangkum Okezone, Sabtu (16/10/2021):

Baca Juga: Impor Capai USD16,2 Miliar, Berikut 3 Negara Paling Sering Kirim Barang ke Indonesia

1. Surplusnya Lebih Tinggi dari Tahun Lalu

Data dari BPS mengungkap, surplus USD4,37 miliar pada neraca perdagangan di September 2021 lebih rendah dari bulan sebelumnya, yakni USD4,75 miliar.

Secara keseluruhan, Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari - September mencatat surplus USD25,07 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi daripada capaian pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar USD13,35 miliar.

Baca Juga: Ekspor RI Sepanjang September Meroket 47% Sebesar USD20,6 Miliar

2. Dipengaruhi Surplus Perdagangan Nonmigas

BI mengatakan, surplus perdagangan pada September 2021 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap tinggi.

Meski surplusnya menurun dari Agustus, yaitu menjadi USD5,30 miliar dari USD5,73 miliar, ekspor nonmigas pada September ini tetap kuat di angka USD19,67 miliar.

3. Defisit Migas Relatif Stabil

Surplus Neraca Perdagangan secara keseluruhan tercatat menurun dari bulan sebelumnya. Meski begitu, defisit neraca perdagangan migas relatif stabil, dari USD0,98 miliar pada Agustus menjadi USD0,93 miliar pada September 2021.

BI menyebut stabilnya defisit neraca perdagangan migas ini dipengaruhi kinerja ekspor dan impor migas yang solid.

4. Ekspor Komoditas Tinggi Imbas Pemulihan Permintaan Global

Ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti bahan bakar mineral termasuk batu bara, serta produk manufaktur, seperti besi dan baja, kendaraan dan bagiannya, serta mesin dan peralatan mekanis tercatat meningkat.

Ditinjau dari negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang tetap tinggi seiring dengan pemulihan permintaan global.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini