Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Korban Pelecehan Seksual Bangkit dan Mengatasi Trauma

Tim Litbang MPI, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 620 2503108 cara-korban-pelecehan-seksual-bangkit-dan-mengatasi-trauma-OVWIa0nIS4.jpeg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Korban pelecehan seksual kerap mengalami trauma. Untuk itu dibutuhkan perhatian serius untuk mengatasi rasa trauma tersebut.

Trauma adalah salah satu kejadian ketika seseorang mengalami peristiwa yang membuatnya sulit untuk melupakannya. Kejadian yang membuat trauma bisa sangat menyedihkan, menakutkan atau bahkan mengancam keamanan. Salah satunya yaitu trauma pelecehan seksual.

Pemilik akun twiter @yuniatwt yang mengalami aksi pelecehan seksual mengaku sangat sulit untuk mengatasi rasa trauma tersebut. Dia tidak mengetahui bagaimana cara mengatasinya.

"Sore mas. Saya belum tau cara mengatasinya. Sampai detik ini saya masih merasa untuk malas dan gak nyaman buat olahraga outdoor lagi. Saya belum dapat cara untuk mengatasinya," jawabnya dalam pesan twitter saat ditanyakan bagaimana cara mengatasi trauma dari aksi pelecehan seksual yang dialaminya.

@yuniatwt sendiri mengalami pelecehan seksual pada 9 November lalu. Saat itu dirinya tengah berlari di daerah Pamahan, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Saat itu dirinya mengenakan pakaian tertutup, legging panjang dan baju lengan atas tertutup.

"Cowok gendut—naik motor semacam Megapro/Vixen (gak jelas karena saya ga pake kacamata, alias rabun)— telah memegang pantat sebelah kanan saya. Mau nangis tapi tetep hrs compose myself, ini ngetik tweet ini juga tangan gemeter. Saya marah. Pengen ngeluarin banyak kata2 kotor," kicau @yuniatwt dalam dinding twitternya.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur di Jagakarsa Ternyata Lulusan S2

Lalu bagaimana cara mengatasi trauma pelecehan seksual tersebut?

Dikutip dari hallosehat.com, sedikitnya ada empat cara mengatasi trauma akibat pelecehan seksual, berikut berbagai hal yang perlu dilakukan:

1. Menerima kenyataan

Salah satu cara untuk mengatasi trauma akibat pelecehan seksual adalah berhenti menyangkal dan menerima kenyataan.

Tidak perlu memberikan penjelasan panjang lebar mengapa ada orang yang melecehkan Anda. Ketika Anda terus menyangkal, rasa sakit dan amarah akan terus muncul. Memang tidak mudah menerima kenyataan bahwa Anda mengalami pelecehan seksual. Oleh karena itu, mintalah bantuan ke psikolog guna mengatasinya.

Untuk melampiaskan emosi ini, Anda juga bisa mencoba meditasi, yoga, atau aktivitas lain yang membuat hati tenang.

2. Bercerita kepada orang lain

Bercerita kepada orang lain tentang pelecehan seksual yang dialami dapat meringankan beban Anda meski mungkin tidak begitu siginifikan.

Mencari bantuan kepada orang lain memang membuat Anda harus menceritakan kembali apa yang terjadi saat itu dan mengingat kembali kejadian buruk tersebut. Akan tetapi, hal ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi trauma akibat pelecehan seksual.

Pilihlah orang yang Anda percaya bahwa ia bisa menghormati perasaan dan sudut pandang cerita Anda. Sebisa mungkin, hindari orang yang sekiranya akan bereaksi berlebihan atau menjadi lebih emosional. Jika Anda kurang yakin, bergabung dengan kelompok orang yang pernah mengalami kasus serupa bisa menjadi alternatif.

3. Menulis buku harian

Meluapkan perasaan emosi dengan menceritakannya di buku harian bisa jadi cara yang dicoba untuk mengatasi trauma akibat pelecehan seksual. Meski tidak bisa mendapatkan feeback seperti bercerita pada orang lain, Anda bisa menuangkan semua isi hati tanpa perlu rem.

Anda tak perlu menyaring kata-kata atau takut cerita ini akan dibocorkan kemana-mana.

4. Berhenti menyalahkan diri sendiri

Korban pelecehan seksual sering kali menyalahkan diri sendiri ketika kejadian tersebut terjadi. Entah itu menyalahkan diri sendiri karena memakai rok mini ke kantor atau baju dengan belahan dada yang rendah.

Karena sebenarnya, ada korban lain yang mengalami perlakuan yang serupa meskipun sedang memakai pakaian yang sangat tertutup. Oleh karena itu, berhentilah menyalahkan diri sendiri. Ingat bahwa apa yang terjadi bukan sepenuhnya salah Anda dan Anda bukan penyebab mengapa orang lain tidak bisa mengendalikan dirinya.

Dalam hal ini, pelaku pelecehan seksuallah yang sebenarnya salah karena mereka tak bisa mengendalikan dirinya dengan melecehkan Anda terlepas apapun alasannya. Memang akan memakan waktu dan kesabaran dalam menerapkannya, tetapi strategi ini sangat diperlukan agar Anda tak lagi terbelenggu oleh pikiran-pikiran tersebut.

Dengan terus berjuang, setidaknya Anda bisa tahu bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil yang akan diperoleh nantinya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini