Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panduan Kombinasi Vaksin Covid-19 Rekomendasi WHO

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 17 Desember 2021 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 620 2518695 panduan-kombinasi-vaksin-covid-19-rekomendasi-who-lRlTFujXU2.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru saja merilis rekomendasi sementara terkait panduan dalam mixing vaccine atau kombinasi vaksin Covid-19. 

Rekomendasi sementara ini dikeluarkan oleh WHO pada Kamis 16 Desember kemarin. Rekomendasi mencampur dan mencocokkan vaksin Covid-19 dari produsen yang berbeda, baik untuk dosis kedua dan dosis booster.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/12/2021) dalam rekomendasinya, WHO menyebutkan vaksin Covid-19 jenis mRNA seperti contohnya yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna dapat digunakan sebagai dosis berikutnya (dosis kedua) setelah dosis pertama vaksin vector, contohnya vaksin buatan AstraZeneca dan sebaliknya.

Vaksin Covid-19

Vaksin AstraZeneca dan vaksin mRNA jenis lainnya disebutkan bisa dipakai sebagai dosis kedua, setelah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dari vaksin jenis inactivate, contohnya vaksin buatan Sinopharm.

Baca Juga : Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Buat Antibodi Naik 6 Kali Lipat!

Panduan rekomendasi ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan masukan dari Kelompok Penasihat Strategis Ahli Vaksin (SAGE) WHO sejak awal Desember 2021.

Baca Juga : Studi: Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Tingkatkan Respon Imun Lebih Baik

Vaksin vektor virus berisi instruksi untuk membuat antigen virus corona, sedangkan vaksin mRNA menggunakan kode untuk SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan Covid-19, untuk mendapatkan respons imun pada penerima. Sementara cara kerja vaksin inactivate seperti Sinovac adalah mengambil virus corona SARS-CoV-2 lalu menonaktifkan atau membunuhnya menggunakan bahan kimia, panas, atau radiasi.

Meski panduan rekomendasi telah dirilis, WHO mengingatkan mixing and matching atau pencampuran dan pencocokan vaksin Covid-19 tersebut harus mempertimbangkan banyak faktor. Mulai dari aspek suplai, aksesibilitas, serta manfaat dan risiko vaksin Covid-19 yang digunakan. Disebutkan lebih lanjut oleh WHO, rekomendasi ini akan ditinjau ketika lebih banyak data yang tersedia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini