Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LPEI Lanjutkan Pengembangan UMKM Berorientasi Ekspor di 2022

Antara, Jurnalis · Jum'at 31 Desember 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 620 2525491 lpei-lanjutkan-pengembangan-umkm-berorientasi-ekspor-di-2022-GKBs8MkTOF.jpg Pengembangan UMKM berbasis ekspor akan dilanjutkan tahun depan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melanjutkan pengembangan pelaku usaha berorientasi ekspor pada 2022. Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto mengatakan peningkatan ekspor nasional dan pemberdayaan sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat akan didorong, salah satunya melalui Desa Devisa.

"Desa Devisa merupakan salah satu program yang dipelopori LPEI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing komoditas yang dihasilkan suatu wilayah," ujar Agus dilansir dari Antara, Jumat (31/12/2021).

Baca Juga: Stop Ekspor Bahan Mentah, Jokowi ke Investor: Yang Ingin Bangun Industri Bauksit Silakan

Program Desa Devisa dimulai sejak 2019 dan berbasis pemberdayaan masyarakat yang mendorong kemandirian petani melalui rangkaian pelatihan, pendampingan serta pemanfaatan jasa konsultasi, sehingga mampu merambah pasar ekspor dengan produk berkualitas yang berdaya saing tinggi.

Baca Juga: Ekspor Rumput Laut Tembus USD177,9 Juta, Paling Banyak ke China

Pada 2019 LPEI memulai dengan Kluster Desa Devisa Kakao di Bali. Jembrana menjadi Desa Devisa pertama dengan komoditas unggulan biji kakao yang difermentasi dan di masa pandemi pelaku usaha di desa tersebut masih mampu ekspor secara mandiri ke Jepang dan Belgia.

Selanjutnya Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta, dengan produk kerajinannya yang unik dan ramah lingkungan sehingga mampu melakukan ekspor ke negara-negara Eropa.

Hingga Desember 2021, LPEI telah meluncurkan Program Desa Devisa di Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali, yaitu Desa Devisa Kopi Subang, Desa Devisa Agrowisata Ijen Banyuwangi, Desa Devisa Tenun Gresik, dan Desa Devisa Garam Kusamba Klungkung. Teranyar LPEI meluncurkan Desa Devisa Rumput Laut Sidoarjo dan menjadi Desa Devisa ke-27 di Indonesia.

Total penerima manfaat dari program tersebut sampai saat ini telah mencapai 2.953 orang petani/penenun/pengrajin dan ke depannya diyakini akan terus bertambah.

Agus menambahkan kesuksesan program Desa Devisa tersebut telah mampu meningkatkan kehidupan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi lebih dari 10.000 anggota masyarakat setempat yang terkait dengan pengembangan komoditas dan Program Desa Devisa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini