Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Jurus Pemerintah Atasi Kasus Covid-19 di Indonesia yang Mulai Naik Lagi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 620 2530376 3-jurus-pemerintah-atasi-kasus-covid-19-di-indonesia-yang-mulai-naik-lagi-zICxs6rhOU.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

TREN kasus Covid-19 di Indonesia mulai menunjukkan peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan terdapat 4 indikator yang mengalami kenaikan.

Beberapa indikator tersebut adalah peningkatan kasus aktif harian, peningkatan kasus positif harian, kenaikan positivity rate, dan kenaikan ketersediaan kamar tidur (BOR) untuk isolasi. Kondisi ini semakin memburuk dalam beberapa minggu terakhir pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain itu kasus konfirmasi Omicron juga terus meningkat hingga mencapai 414 kasus dan didominasi oleh para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Sebanyak 412 orang disebut memiliki gejala ringan, sedangkan dua kasus lainnya mengalami gejala sedang dan membutuhkan bantuan oksigen.

Baca Juga : Kasus Omicron Meningkat, Menkes: Positivity Rate Kedatangan LN 65 Kali Lipat dari Transmisi Lokal

Sebagaimana diketahui, Indonesia masih berpotensi untuk mengalami gelombang ketiga Covid-19. Sebab saat ini varian Delta dan Omicron (Delmicron) masih mengancam dunia. Bahkan Health Metrics and Evaluation (IHME) memprediksi pada April 2022 kasus harian Covid-19 di Indonesia bisa lebih dari 300 ribu.

Dalam Evaluasi PPKM pekan lalu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mempersiapkan diri bila sewaktu-waktu mengalami ledakan kasus Covid-19. Adapun tiga kesiapan yang dilakukan pemerintah, diantaranya:

Menkes Budi

1. Kamar tidur rumah sakit

Sekadar informasi, saat ini jumlah tempat tidur rumah sakit di Indonesia ada sekira 400 ribu. Sementara sebanyak 30 persennya yakni sekira 120 ribu dialokasikan untuk Covid-19 dan saat ini sudah terisi sekira 2.400 - 2.500 kamar.

“Jadi masih ada room lebih dari 110 ribu yang sebelumnya memang kita sudah lokasikan untuk Covid-19,” terang Menkes Budi.

Baca Juga : Indonesia Catat 414 Kasus Omicron, 2 Pasien Tidak Bergejala Ringan

2. Stok oksigen (Oksigen konsentrator dan oksigen generator)

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan stok oksigen berdasarkan pengalaman dari lonjakan kasus Covid-19 sebelumnya. Ia mengatakan biasanya pasokan oksigen yang dibutuhkan sekira 700 ton per hari dalam keadaan normal. Namun, pada saat terjadi lonjakan kasus Covid-19, pasokan oksigen naik mencapai 2.200 ton per hari.

“Sekarang persiapannya, setelah puncak Covid-19 Juni 2021, pemerintah sudah mendatangkan 1.000 oksigen konsentrator yang sudah kita kirimkan ke seluruh rumah sakit di Indonesia terutama yang akses oksigennya susah,” tambah Menkes.

Menurut Menkes, jumlah tersebut setara dengan 800 ton oksigen per hari. Selain itu penggunaan oksigen konsentrator ini juga tinggal dicolokkan ke listrik agar bisa mengeluarkan oksigen. Selain itu pemerintah juga sudah menerima dan sedang memasang 31 oksigen generator.

“Ini adalah oksigen yang besar yang bisa mensupply satu rumah sakit dan bisa untuk mengisi tabung. Ini sudah 70 persen terpasang,” kata Menkes.

3. Obat terapi Covid-19

Obat Covid-19

Pemerintah juga telah mendatangkan obat terapi Covid-19 yang disebut Molnupiravir. Nantinya Molnupiravir ini akan disimpan terlebih dahulu, sehingga nanti jika terjadi sesuatu sudah ada obat yang tersedia.

“Karena ini bisa mengurangi laju masuk ke rumah sakit untuk orang-orang yang terkena Covid-19 yang saturasinya masih di atas 94 persen,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini